Abstrak


KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP TOKOH SASA DAN FAKTOR PENYEBABNYA DALAM NOVEL MAMNU’UL LAMSI KARYA FAIRUZ QARDUN BA’ALBAKI


Oleh :
Akna Mumtaz Ilmi - B0522005 - Fak. Ilmu Budaya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kekerasan seksual yang dialami tokoh Sasa, serta mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap tokoh Sasa pada novel Mamnu’ul Lamsi karya Fairuz Qardun Ba’albaki. Data dalam penelitian berupa kata, kalimat, simbol, dialog beserta konteksnya yang terdapat dalam novel Mamnu’ul Lamsi karya Fairuz Qardun Ba’albaki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah kepustakaan, seperti buku, kamus, situs internet, data penelitian dan data lainnya. Sumber data pada penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer atau data utama penelitian ini adalah novel Mamnu’ul Lamsi karya Fairuz Qardun Ba’albaki yang diterbitkan oleh Dar El-Ilm Lilmalayin pada tahun 2001, berjumlah 54 halaman. Novel ini diunduh melalui website Noorbook.com dan data sekunder berisi mengenai data-data pendukung yang diperoleh melalui buku-buku atau internet. Kemudian data dari penelitian ini diolah menggunakan teori bentuk kekerasan seksual milik pasal 1 dan 2 deklarasi Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan (Declaration on the Elimination of Violence Against Women) dan faktor penyebab terjadinya kekerasan seksual menurut Fuadi (2011). Hasil penelitian yang telah dilakukan sebagai berikut: Pertama, terdapat bentuk kekerasan seksual pada tokoh Sasa dalam novel Mamnu’ul Lamsi yang digambarkan pada tiga (3) bentuk kekerasan, yaitu kekerasan fisik berupa digandeng dengan kasar, dihanduki secara kasar, disentuh pada bagian pribadi dan sentuhan secara brutal pada bagian pribadi, kemudian kekerasan psikologis berupa ancaman (ancaman pemukulan, ancaman tidak diberi permen, dan ancaman dikurung di kamar mandi) dan hinaan (penyebutan gadis sialan/laknat), dan perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang, yaitu berupa dibawa ke tempat yang berbahaya dan perampasan kebebasan untuk berbicara kepada orang tua. Kemudian, faktor penyebab terjadinya kekerasan seksual pada tokoh Sasa, yaitu pertama, faktor kelalaian orang tua yang berupa orang tua yang kurang memperhatikan tumbuh kembang anak serta orang tua yang tidak memberikan edukasi tentang batasan tubuh pada anak, kedua, faktor rendahnya moralitas dan mentalitas pelaku, yaitu berupa sakit psikis; senang menyakiti anak kecil dan merasa lebih kuat dari anak kecil, ketiga, faktor ekonomi, yaitu berupa pemberian suap kepada pembantu dan lemahnya penghasilan orang tua.