Abstrak


ANALISIS KOMPARATIF KINERJA SIMPANG BERSINYAL MENGGUNAKAN PTV VISTRO DAN PTV VISSIM TERHADAP KONDISI LAPANGAN


Oleh :
Dzakiyyah Nur Mahmudah - I0122057 - Fak. Teknik

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pendekatan pada metode analisis kinerja simpang bersinyal. Setiap metode analisis memiliki kelebihan dan keterbatasan dalam merepresentasikan kondisi lalu lintas di lapangan. Kelebihan dan keterbatasan ini berpotensi menghasilkan perbedaan hasil kinerja simpang bersinyal meskipun menggunakan data yang sama. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk membandingkan antara dua metode terhadap kondisi lapangan untuk mengetahui metode yang paling merepresentasikan kondisi lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang bersinyal menggunakan program simulasi PTV Vistro dan PTV VISSIM, membandingkan hasil panjang antrean kedua metode dengan kondisi lapangan, serta menentukan metode yang lebih mendekati kondisi aktual.Penelitian dilakukan pada dua simpang bersinyal terlindung di Kota Surakarta, yaitu Simpang Empat Gemblegan dan Simpang Empat Purwosari. Data penelitian diperoleh melalui survei geometri simpang, volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, panjang antrean, serta waktu sinyal pada periode puncak pagi dan sore. Parameter kinerja yang dianalisis hanya dibatasi pada panjang antrean menggunakan PTV Vistro dan PTV VISSIM. Tingkat kedekatan hasil panjang antrean terhadap kondisi lapangan dianalisis menggunakan metode Mean Absolute Percentage Error (MAPE).Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dua program simulasi yang digunakan, tidak terdapat satu program simulasi yang secara konsisten menghasilkan panjang antrean paling mendekati kondisi lapangan pada seluruh lokasi penelitian. PTV Vistro menghasilkan panjang antrean yang lebih mendekati kondisi lapangan pada Simpang Empat Purwosari dengan nilai MAPE sebesar 38% dan 19%, sedangkan PTV VISSIM menghasilkan panjang antrean yang lebih medekati kondisi lapangan pada Simpang Empat Gemblegan dengan nilai MAPE sebesar 26% dan 24%. Oleh karena itu, pemilihan penggunaan program simulasi sebaiknya disesuaikan dengan karakteristik lalu lintas dan tujuan analisis pada lokasi yang dikaji.