Abstrak
Isolasi, Uji Antioksidan, dan Uji Antimikroba Senyawa Metabolit Sekunder dari Daun Sirih Hutan (Piper aduncum L.)
Oleh :
Hasna Istiqlaliyah Aisya - M0322049 - Fak. MIPA
Penelitian
ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa metabolit sekunder dari fraksi etil
asetat daun Piper aduncum L. asal Jawa Tengah, Indonesia, serta menguji
aktivitas antioksidan dan antimikrobanya, guna mengatasi keterbatasan
penelitian tentang isolasi senyawa murni dari tumbuhan ini di Indonesia.
Isolasi dilakukan melalui metode maserasi bertingkat dengan pelarut n-heksana,
etil asetat, dan metanol, dilanjutkan dengan Kromatografi Vakum Cair (KVC) dan Kromatografi
Kolom Gravitasi (KKG). Elusidasi struktur senyawa dilakukan menggunakan
spektroskopi UV-Vis, ATR-FTIR, dan ¹H NMR. Spektrum UV-Vis menunjukkan serapan gugus
kromofor aromatik terkonjugasi. Spektrum IR menunjukkan gugus fungsi C-H
alifatik, C=C alil, C=C aromatik, dan C-O-C eter. Spektra
¹H NMR menunjukkan proton aromatik dan metilendioksi. Berdasarkan analisis,
senyawa yang disarankan merupakan dilapiol. Uji antioksidan menunjukkan
aktivitas yang sangat lemah (IC50 3232,8 µg/mL). Uji antimikroba menunjukkan
zona hambat terhadap Escherichia coli (8,9-19,6 mm) dan Pseudomonas
aeruginosa (9,0-10,2 mm) pada konsentrasi 2.500-10.000 ppm yang tergolong aktivitas lemah
hingga sedang, serta tidak menunjukkan zona hambat terhadap Staphylococcus
aureus dan Candida albicans pada rentang konsentrasi 125–10.000 ppm.
Efektivitas dilapiol sebagai isolat murni masih lebih rendah dibandingkan dalam
ekstrak kasar atau minyak atsiri utuh, yang mengindikasikan bahwa aktivitas
tersebut berasal dari efek sinergis antarsenyawa, serta dipengaruhi oleh
perbedaan profil metabolit sekunder tumbuhan akibat faktor geografis dan
kondisi lingkungan.