Abstrak
ANALISIS DETERMINAN KEPATUHAN KUNJUNGAN KONTROL DAN REHOSPITALISASI PASIEN STROKE PASCA RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT AMAL SEHAT WONOGIRI
Oleh :
Gemintang Antartika Ubriyanto - S022502005 - Fak. Kedokteran
Latar Belakang: Stroke merupakan beban kesehatan masyarakat yang tinggi secara global maupun nasional, dengan risiko kekambuhan dan rehospitalisasi yang erat kaitannya dengan kepatuhan kunjungan kontrol pasca rawat inap. Kabupaten Wonogiri mencatat beban kasus stroke yang signifikan, namun determinan kepatuhan kontrol dan keterkaitannya dengan rehospitalisasi di tingkat rumah sakit rujukan daerah belum banyak diteliti.Tujuan: Menganalisis determinan kepatuhan kunjungan kontrol—meliputi faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor kebutuhan—serta keterkaitannya dengan kejadian rehospitalisasi pasien stroke pasca rawat inap, menggunakan pendekatan Andersen's Behavioral Model of Health Services Use.Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain kohort retrospektif pada 257 pasien stroke pasca rawat inap di RS Amal Sehat Wonogiri tahun 2025, dipilih secara purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan regresi logistik sederhana dan Cox proportional hazard sederhana disertai kurva Kaplan–Meier; analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda dan regresi Cox proportional hazard berganda.Hasil: Tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara faktor predisposisi maupun faktor pendukung dengan kepatuhan kunjungan kontrol maupun rehospitalisasi (p>0,05). Jenis diagnosa stroke berhubungan signifikan dengan rehospitalisasi, di mana stroke iskemik menunjukkan efek protektif (aHR=0,40; 95% CI 0,16–0,99; p=0,048). Temuan utama menunjukkan kepatuhan kunjungan kontrol pada termin pertama (K1, ≤7 hari pasca pulang) merupakan faktor protektif independen terkuat terhadap rehospitalisasi (aHR=0,07; 95% CI 0,02–0,24; p<0,001), setara penurunan risiko sebesar 93%, sementara kepatuhan pada termin K2 dan K3 tidak lagi bermakna secara independen.
Kesimpulan: Kepatuhan kunjungan kontrol pada minggu pertama pasca pulang merupakan determinan paling menentukan dalam menurunkan risiko rehospitalisasi pasien stroke, sehingga penguatan intervensi promosi kesehatan perlu difokuskan pada periode kritis tersebut.