Abstrak


Peran Produser Dalam Produksi Film Dokumenter


Oleh :
Saskia Diva Almira - V1123131 - Sekolah Vokasi

Kebudayaan merupakan salah satu fondasi peradaban yang kaya akan nilai filosofi, di mana tradisi dan adat istiadat membentuk struktur sosial serta pandangan hidup masyarakatnya secara mendalam. Salah satunya yaitu Kebudayaan Jawa, elemen yang memiliki akar kuat dalam seni tari tradisional, yang tidak hanya berfungsi sebagai media estetika, melainkan juga cerminan dari konstruksi peran dan identitas pada masanya.   Karya dalam tugas akhir ini merupakan sebuah film dokumenter yang membahas proses produksi film dokumenter yang berjudul “Wiraga Kamardikan” dari sudut pandang produser. Karya dokumenter ini berupaya menyajikan bagaimana nilai-nilai kebudayaan jawa, khususnya seni tari. Fokus utama karya ini adalah menyusun kembali stereotip perempuan Jawa dalam seni tari tradisional, serta bagaimana seni pertunjukan mampu menjadi media efektif untuk mengubah stigma gender. Melalui film ini, pesan emansipasi disampaikan secara visual lewat ekspresi gerak tari “Nyai Bendolegi”, sebuah tarian yang membantah stigma gender dengan menampilkan karakteristik maskulin yang kuat tanpa kehilangan identitas femininnya.  Pembuatan karya film dokumenter ini melalui tiga tahap, yaitu pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Produser bertanggung jawab merancang budgeting, mengatur administrasi, membuat jadwal dan timeline operasional, dan strategi distribusi dari tahap praproduksi hingga pascaproduksi. Penulis sebagai seorang produser meyakini bahwa keberhasilan dalam mencapai tahap-tahap tersebut terletak pada sistem manajemen perencanaan produksi yang baik dan matang, mulai dari waktu, tempat, hingga pengeluaran. Penulis berharap pesan yang ingin disampaikan dalam karya film dokumenter ini dapat tersampaikan dan diterima dengan baik oleh khalayak umum.