Abstrak
Nama-Nama Masjid Jami’ Berbahasa Arab di Kecamatan Mataram, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat
Oleh :
Aisyah Nabila Putri Rahman - B0522004 - Fak. Ilmu Budaya
Nama tempat di suatu wilayah menyimpan beragam latar belakang dalam penamaannya. Penamaan tempat ibadah berbahasa Arab di Pulau Lombok yang dikenal sebagai pulau seribu masjid, mencerminkan identitas dan keyakinan masyarakatnya. Penelitian ini mengkaji aspek toponimi dan makna budaya penamaan masjid jami’ berbahasa Arab di Kecamatan Mataram, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menggunakan pendekatan antropolinguistik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis klasifikasi aspek penamaan serta mendeskripsikan makna budaya yang tersimpan dalam penamaan masjid jami’ di Kecamatan Mataram.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus dan pendekatan antropolinguistik. Lokus penelitian difokuskan pada Kecamatan Mataram karena perannya sebagai pusat administratif dan sosial budaya. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik triangulasi yang mencakup observasi, wawancara dengan tokoh masyarakat dan takmir, serta dokumentasi. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman yang meliputi tahapan kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek toponimi penamaan masjid jami’ di wilayah ini didominasi oleh aspek kemasyarakatan. Aspek kemasyarakatan terbagi dalam enam klasifikasi: (1) harapan masyarakat, (2) ketetapan masyarakat, (3) ketetapan tokoh, (4) gabungan antara ketetapan tokoh dan harapan, (5) nama tokoh serta (6) kondisi sosial masyarakat pada masa pendirian masjid jami’. Makna budaya pada penamaan masjid jami’ terdiri atas makna pengharapan futuratif, makna pengharapan situasional dan makna kenangan.