Abstrak
KONSTRUKSI HIPERREALITAS DALAM STRATEGI MEMBANGUN SCHOOL BRANDING MELALUI POSTINGAN INSTAGRAM PADA JENJANG SEKOLAH MENENGAH ATAS SWASTA KOTA SURAKARTA
Oleh :
Binti Nurul Laeli - K8422015 - Fak. KIP
Binti Nurul Laeli. K8422015. Pembimbing: Dr. rer.nat. Nurhadi, S.Ant., M.Hum. KONSTRUKSI HIPERREALITAS DALAM STRATEGI MEMBANGUN SCHOOL BRANDING MELALUI POSTINGAN INSTAGRAM PADA JENJANG SEKOLAH MENENGAH ATAS SWASTA KOTA SURAKARTA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2026.Perkembangan media sosial mendorong sekolah swasta jenjang sekolah menengah atas (SMA) di Kota Surakarta untuk memanfaatkan instagram sebagai media untuk membangun school branding dalam mempertahankan daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan school branding ditampilkan oleh sekolah swasta melalui Instagram serta untuk mengetahui strategi sekolah swasta mengonstruksi hiperrealitas pada school branding melalui instagram. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap akun resmi sekolah swasta dan wawancara semi terstruktur dengan pengelola akun instagram dan kepala sekolah serta dokumentasi. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling dan teknik analisis data menggunakan analisis interaktif menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan school branding yang dibangun oleh sekolah swasta ditampilkan melalui empat pola postingan instagram yang meliputi kegiatan harian, informasi sistem penerimaan murid baru, dokumentasi prestasi dan kejuaraan, serta perayaan hari nasional dan keagamaan. Strategi sekolah dalam mengonstruksi hiperrealitas dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu adanya proses seleksi, pengemasan, serta proses pengulangan representasi school branding yang ditampilkan pada postingan instagram. Dalam prosesnya, konten yang dipublikasikan pada instagram resmi sekolah dilakukan melalui proses perencanaan, proses pelaksanaan, dan proses evaluasi yang disesuaikan dengan identitas dan tujuan masing-masing sekolah, adanya proses tersebut dapat menjadikan adanya konstruksi hiperrealitas yang terbentuk melalui proses simulasi dan simulakra yaitu ketika kondisi nyata diseleksi, dikemas, dan ditampilkan sehingga membentuk persepsi masyarakat khususnya orang tua dan calon siswa sebagai sekolah yang unggul dan kompetitif. Akibatnya batas antara kondisi nyata dengan gambaran sekolah yang ditampilkan menjadi semakin kabur. Akan tetapi, konstruksi hiperrealitas terbukti memberikan dampak positif bagi sekolah yang dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pendaftar, interaksi publik, jumlah pengikut, serta semakin kuat citra dan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.