Abstrak


Peran Ki Nartosabdo Dalam Pengembangan Seni Pertunjukan Wayang Kulit Tahun 1969-1985


Oleh :
Jovan Galuh Ramadhani - K4422037 - Fak. KIP

Jovan Galuh Ramadhani. K4422037. Dr. Hieronymus Purwanta, M.A. Peran Ki Nartosabdo dalam Pengembangan Seni Pertunjukan Wayang Kulit Tahun 1969–1985. Tugas Akhir, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Juli 2026. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Latar belakang terjadinya pengembangan seni pertunjukan wayang kulit tahun 1969–1985 oleh Ki Nartosabdo, (2) Pengembangan seni pertunjukan wayang kulit oleh Ki Nartosabdo tahun 1969–1985, dan (3) Pengaruh pengembangan Ki Nartosabdo terhadap seni pertunjukan wayang kulit di Jawa. Penelitian ini menggunakan metode historis yang diintegrasikan dengan pendekatan kebudayaan, melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber data yang digunakan yaitu sumber primer meliputi arsip, surat kabar, majalah, dan wawancara, sedangkan sumber sekunder berupa buku, jurnal, skripsi, disertasi, tesis, dan internet. Teknik pengumpulan data yaitu studi dokumen, studi pustaka, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ki Nartosabdo melakukan pembaruan seni pertunjukan wayang kulit dilatarbelakangi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri atas kejenuhan estetis, tantangan untuk bertahan hidup, dan visi inklusivitas seni. Faktor eksternal terdiri atas adanya pergeseran patronase seni, tuntutan politik Orde Baru, munculnya teknologi rekaman, dan pengaruh ekosistem wayang wong. Aspek-aspek seni pertunjukan wayang kulit yang dikembangkan oleh Ki Nartosabdo terdiri atas sulukan, lakon, dialog, adegan, goro-goro, penokohan, gagrag, bahasa, tata panggung, dan karawitan. Pengaruh dari pengembangan seni pertunjukan wayang kulit oleh Ki Nartosabdo adalah melahirkan gagrag Nartosabdan sebagai mazhab baru, memperkaya khazanah lakon, serta memperkaya khazanah vokal dan repertoar karawitan gaya Surakarta.