Abstrak
PREJUDIS DAN DISKRIMINASI DALAM INTERAKSI ANTAR MAHASISWA ASAL JABODETABEK DENGAN MAHASISWA ASAL JAWA (KLATEN) DI UNIVERSITAS SEBELAS MARET
Oleh :
Adelia Zahra Nurfarahin - D0322001 - Fak. ISIP
Penelitian ini membahas fenomena prejudis dan diskriminasi dalam interaksi sosial antara mahasiswa asal Jabodetabek dengan mahasiswa asal Jawa, khususnya mahasiswa asal Klaten, di Universitas Sebelas Maret (UNS). Keberagaman latar belakang budaya mahasiswa di UNS memunculkan dinamika sosial yang kompleks, termasuk munculnya prejudis serta tindakan diskriminatif yang dilakukan secara verbal maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk interaksi sosial antar mahasiswa berdasarkan asal daerah, memahami bentuk prejudis dan diskriminasi yang terjadi, serta menganalisis dampaknya terhadap mahasiswa asal Jawa, khususnya mahasiswa asal Klaten. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi terhadap mahasiswa yang terlibat dalam dinamika sosial tersebut. Penelitian ini menggunakan teori prejudis Gordon W. Allport sebagai landasan analisis untuk memahami bagaimana prejudis berkembang menjadi tindakan diskriminatif dalam lingkungan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa asal Jabodetabek cenderung memandang budaya kota sebagai standar superioritas sosial, sehingga memunculkan stereotip terhadap mahasiswa asal Jawa melalui istilah seperti jamet dan kampungan. Prejudis tersebut berkembang menjadi tindakan diskriminatif berupa ejekan, pengucilan sosial, hingga terbentuknya stratifikasi sosial antar mahasiswa. Dampak dari diskriminasi tersebut menyebabkan sebagian mahasiswa asal Jawa mengalami tekanan sosial, krisis identitas, serta upaya penyesuaian diri dengan budaya perkotaan agar dapat diterima dalam lingkungan sosial tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prejudis dan diskriminasi dalam lingkungan kampus tidak hanya dipengaruhi oleh perbedaan asal daerah, tetapi juga oleh konstruksi sosial mengenai superioritas budaya yang berkembang dalam interaksi mahasiswa sehari-hari.