Abstrak


Kandungan Flavonoid Total Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Berdasarkan Perbedaan Ketinggian Tempat Tumbuh


Oleh :
Aizawanda Rizqi Eiffellia - M0422008 - Fak. MIPA

Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman yang kaya akan metabolit sekunder, terutama flavonoid yang berperan sebagai antioksidan. Tanaman kelor telah dibudidayakan secara luas oleh masyarakat di dataran rendah, sedang, atau tinggi. Namun, kajian ilmiah yang melaporkan kandungan flavonoid daun kelor berdasarkan variasi ketinggian tempat tumbuh masih terbatas. Kandungan flavonoid dipengaruhi oleh faktor lingkungan, termasuk ketinggian tempat tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan flavonoid total daun kelor pada ketinggian tempat tumbuh yang berbeda serta menganalisis hubungan antara ketinggian tempat tumbuh dengan kandungan flavonoid total daun kelor. Penelitian ini menggunakan rancangan eksploratif berlokasi di Karanganyar. Pengambilan sampel dilakukan di Kemuning (±800 mdpl), Karangpandan (±600 mdpl), dan Bolong (±100 mdpl), dengan proporsi sampel yang sama pada setiap lokasi, yaitu tiga pohon sebagai ulangan sehingga diperoleh sembilan sampel. Sampel dikeringkan, dihaluskan, dan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Analisis kualitatif flavonoid dilakukan secara deskriptif berdasarkan perubahan warna larutan setelah penambahan pereaksi, sedangkan penetapan kadar flavonoid total dilakukan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji ANOVA melalui aplikasi SPSS versi 20, dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf signifikansi 5% apabila terdapat perbedaan nyata. Hubungan antara ketinggian tempat tumbuh dan kandungan flavonoid total dianalisis menggunakan uji korelasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah mengenai variasi kandungan flavonoid daun kelor berdasarkan ketinggian tempat tumbuh.