Abstrak


PERKEMBANGAN PERKAPALAN KONINKLIJKE PAKETVAART MAATSCHAPPIJ DI LAUT JAWA 1888-1940


Oleh :
Ilham Novala Romadhon - B0422041 - Fak. Ilmu Budaya

Penelitian ini membahas tentang perkembangan perusahaan perkapalan Belanda, Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) khususnya di perairan Laut Jawa, serta dampaknya terhadap kota-kota pelabuhan di pesisir Laut Jawa pada kurun waktu tahun 1888-1940. Penelitian ini bertujuan, pertama, menjelaskan latar belakang berdirinya KPM di Hindia Belanda, situasi dan kondisi perkembangan industri kapal-kapal uap yang melandasi berdirinya maskapai perusahaan KPM. Kedua, menjabarkan dinamika yang dihadapi oleh perusahaan pada masa operasionalnya. Ketiga, memaparkan dampak dari aktivitas pelayaran KPM, khususnya di Laut Jawa bagi aktivitas masyarakat pelabuhan seperti ekonomi, sosial, dan pariwisata.Penelitian ini menggunakan metode penelitian historis dengan menggunakan empat tahapan metode sejarah, yaitu heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber (verifikasi keabsahan sumber), interpretasi (proses merangkai data), dan historiografi (proses penulisan). Sumber yang digunakan meliputi sumber primer sezaman seperti arsip seperti laporan tahunan pelabuhan (Jaarverslag der haven), Koloniaal Verslag, Indische Gids, dan surat kabar Hindia Belanda, serta literatur ilmiah yang relevan.Hasil penelitian menunjukkan, pertama, sejak KPM berdiri tahun 1888 dan beroperasi sepenuhnya tahun 1891 hingga pada tahun 1940, mengalami berbagai macam perkembangan dinamika dan dampak yang terjadi di kota-kota pelabuhan khususnya di perairan Laut Jawa. Aktivitas pelabuhan di Laut Jawa sejak hadirnya KPM, menjadi saling terhubung melalui rute-rute kapal KPM. Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelabuhan padat aktivitas di Hindia Belanda. Dampaknya pada pembangunan transportasi darat, seperti trem dan kereta api. Pelabuhan Cirebon dengan komoditas utama yaitu gula dan kopi dari wilayah Priangan di ekspor melalui Pelabuhan Cirebon yang terhubung dengan jalur kereta api. Kemudian, Pelabuhan Semarang, ditopang oleh berbagai komoditas penting seperti gula dan beras. Kemudian, Pelabuhan Surabaya terhubung ke wilayah pedalaman lewat kereta api memudahkan distribusi komoditas hasil bumi. Pelabuhan Banjarmasin sebagai pelabuhan sungai di Kalimantan Selatan berperan mengangkut komoditas tambang dan hutan dengan kapal-kapal KPM terhubung ke Jawa dan Singapura. Pelabuhan Makassar sejak KPM beroperasi membawa dampak sosial-ekonomi, melalui pembangunan jalur rel kereta api Makassar-Takalar memudahkan distribusi komoditas kopra yang menjadi komoditi unggulan dari Pulau Sulawesi. Kesimpulan dari penelitian ini, adalah bahwa KPM di Hindia Belanda memiliki dinamika yang beragam terutama pada aktivitas pelabuhan di Laut Jawa, kemudian dampaknya pada pengembangan infrastruktur pelabuhan, transportasi darat, dan aktivitas lokal masyarakat sekitar pelabuhan Laut Jawa, seperti aktivitas perekonomian penduduk, perubahan mata pencaharian dan urbanisasi berdampak pada komposisi dan perkembangan kota pelabuhan. Selain itu, aktivitas pariwisata juga ikut meningkat, dengan kehadiran turis-turis asing yang ingin berkunjung ke Hindia Belanda dengan menggunakan sarana transportasi kapal-kapal KPM.  Kata Kunci: Ekonomi, Hindia Belanda, KPM, Laut Jawa, Pelabuhan.