Abstrak
Peran Sutradara pada Produksi Film Dokumenter "Ironi Muara Akhir"
Oleh :
Erma Febiani - V1123044 - Sekolah Vokasi
Manusia dan sampah adalah dua hal yang berkaitan erat. Pesatnya
pertumbuhan penduduk berdampak langsung pada lonjakan volume timbulan sampah
yang dihasilkan. Pola konsumsi masyarakat yang cenderung bergantung pada barang
sekali pakai seringkali tidak diimbangi dengan kesadaran lingkungan perihal
pemilahan sampah. Sementara itu, pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
masih didominasi praktik open dumping dengan sistem kumpul-angkut-buang sehingga
TPA mengalami overcapacity. Salah satu bukti nyata dari kondisi tersebut
adalah TPA Putri Cempo Surakarta, TPA terbesar kedua di Jawa Tengah, yang
menyimpan ironi tersendiri antara fungsinya sebagai solusi akhir pengelolaan
sampah kota dengan beragam dampak yang ditimbulkannya. Laporan Tugas Akhir ini
bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran sutradara dalam proses
produksi film dokumenter yang menghadirkan ironi TPA Putri Cempo secara visual
dan naratif.Tugas Akhir ini menggunakan perencanaan dan pelaksanaan berdasarkan
teori serta praktik penyutradaraan dalam
ruang lingkup produksi film, dengan penulis terlibat langsung sebagai sutradara
dalam tim produksi selama 3 bulan. Observasi lapangan dan wawancara dengan
pihak terkait dilakukan untuk memahami kondisi sosial-budaya setempat sekaligus
mengidentifikasi potensi visual yang mendukung penyusunan narasi. Laporan Tugas
Akhir ini difokuskan pada alur kerja sutradara yang menguraikan proses
perencanaan hingga realisasi produksi film dokumenter meliputi bertanggung jawab atas proses perumusan
konsep, pengarahan teknis dan artistik di lapangan, hingga penentuan hasil
akhir, atau dengan kata lain melalui proses praproduksi, produksi, hingga
pascaproduksi.
Hasil dari Laporan Tugas Akhir ini menunjukkan bahwa sutradara memiliki
peran yang kompleks dalam proses pembuatan film. Keselarasan antara aspek
teknis dengan konsep naratif, koordinasi tim yang efektif, dan penyesuaian
pendekatan di lapangan adalah kunci dari kualitas hasil akhir film yang harus
dikuasai sutradara. Melalui karya ini, diharapkan dapat tercipta sebuah media
dokumentasi visual yang tidak hanya merekam kondisi realita TPA, tetapi juga
berperan sebagai sarana edukasi yang menegaskan urgensi kesadaran bersama dalam
menjaga lingkungan.