Abstrak


DINAMIKA USAHA SANGGAR KERAJINAN TATAH SUNGGING WAYANG KULIT MARWANTO DI KELURAHAN SONOREJO KECAMATAN SUKOHARJO TAHUN 1995-2024


Oleh :
Bunga Lasri Mughisyu Mu'thi - B0421011 - Fak. Ilmu Budaya

Penelitian ini mengkaji Dinamika Usaha Sanggar Kerajinan Tatah Sungging Wayang Kulit Marwanto Di Kelurahan Sonorejo Kecamatan Sukoharjo Tahun 1995-2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) latar belakang berdirinya sanggar kerajinan tatah sungging wayang kulit Marwanto di Sonorejo tahun 1995, (2) dinamika usaha sanggar kerajinan tatah sungging wayang kulit Marwanto di Sonorejo tahun 1995-2024, dan (3) peran Marwanto dalam usaha pelestarian kerajinan tatah sungging wayang kulit di Sonorejo tahun 1995-2024. Penelitian ini penting dilakukan karena Sanggar Marwanto merupakan salah satu usaha kerajinan wayang kulit yang mampu bertahan di tengah berbagai perubahan sosial, ekonomi, dan budaya, serta memiliki peran dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya wayang kulit di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi tahapan pemilihan topik, heuristik, kritik sumber baik internal maupun eksternal, interpretasi, dan historiografi. Sumber yang digunakan terdiri atas sumber primer berupa wawancara dengan Marwanto, pengrajin wayang, serta maestro wayang Sonorejo, didukung dokumentasi, arsip, dan foto koleksi pribadi. Selain itu, penelitian juga memanfaatkan sumber sekunder berupa buku, jurnal, skripsi, dan artikel ilmiah relevan dengan penelitian. Seluruh sumber tersebut digunakan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai perkembangan usaha Sanggar Kerajinan Tatah Sungging Wayang Kulit Marwanto.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan Sanggar Kerajinan Tatah Sungging Wayang Kulit Marwanto dipengaruhi oleh latar belakang keluarga, proses pembelajaran Marwanto kepada gurunya, serta tingginya permintaan wayang kulit pada masa awal usaha. Dalam perkembangannya, sanggar mengalami berbagai dinamika, mulai dari masa kejayaan industri wayang kulit di Sonorejo, dampak krisis ekonomi 1997–1998, hingga pandemi Covid-19. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Sanggar Marwanto tetap mampu bertahan melalui peningkatan kualitas produk dan perluasan pemasaran. Selain itu, Marwanto turut berperan dalam melestarikan seni tatah sungging wayang kulit melalui kegiatan pembelajaran di sanggar dan pembinaan generasi muda. Hal tersebut menunjukkan bahwa Sanggar Marwanto tidak hanya berfungsi sebagai unit usaha, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya wayang kulit di Kelurahan Sonorejo.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keberlangsungan Sanggar Kerajinan Tatah Sungging Wayang Kulit Marwanto didukung oleh kemampuan beradaptasi terhadap perubahan ekonomi, sosial, dan budaya selama periode 1995–2024. Konsistensi dalam menjaga kualitas karya, dukungan keluarga, dan upaya regenerasi pengrajin menjadi faktor utama yang membuat sanggar tetap bertahan. Dengan demikian, Sanggar Marwanto tidak hanya berperan sebagai unit usaha, tetapi juga sebagai sarana pelestarian warisan budaya wayang kulit.