Abstrak


Sentimen dan Resepsi Audiens Terhadap Isu Politik


Oleh :
Julia Nita Sifa Prabarani - D0222057 - Fak. ISIP

ABSTRAKMeningkatnya partisipasi politik non-elektoral di Indonesia sepanjang 2025 ditandai dengan kemunculan manifesto 17+8 Tuntutan Rakyat yang tersebar luas di media sosial X. Manifesto ini memuat 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang yang diinisiasi jaringan aktivis, organisasi masyarakat sipil, dan influencer. Meskipun penyebarannya masif, belum ada penelitian yang mengkaji bagaimana publik merespons dan memaknai pesan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis sentimen publik, resepsi audiens berdasarkan kerangka encoding/decoding Stuart Hall, serta faktor-faktor yang memengaruhi resepsi audiens terhadap 17+8 Tuntutan Rakyat di X. Penelitian menggunakan desain mixed methods sequential explanatory. Tahap pertama berupa analisis sentimen berbasis leksikon terhadap 2.505 unggahan publik yang dikumpulkan melalui scraping X API pada periode 25 Agustus 2025- April 2026 dan dilakukan uji klasifikasi menggunakan model IndoBERT. Tahap kedua berupa analisis resepsi melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan delapan informan, yaitu pengguna aktif X berusia 20-35 tahun yang telah terpapar diskursus 17+8 Tuntutan Rakyat. Hasil analisis sentimen menunjukkan dominasi sentimen netral sebesar 55,6%, diikuti negatif 25,2% dan positif 19,2%, dengan nilai uji klasifikasi F1-score IndoBERT sebesar 83%. Analisis resepsi menemukan tiga informan berada pada posisi dominant-hegemonic dan lima informan pada posisi negotiated. Integrasi kedua tahap menunjukkan bahwa dominasi sentimen netral merefleksikan pertimbangan aktif yang dipengaruhi oleh pemahaman isu, pandangan politik, legitimasi komunikator, dan kecenderungan self-censorship. Temuan ini memperluas kajian komunikasi politik digital terhadap fenomena 17+8 Tuntutan Rakyat.Kata kunci: Analisis Sentimen, Resepsi Audiens, Media Sosial, X, 17+8 Tuntutan Rakyat.