Abstrak
Pengaruh Kepercayaan Organisasional, Kepemimpinan Inklusif Dan Empowering Leadership Terhadap Konflik Kelompok: Peran Mediasi Keamanan Psikologis (Studi pada Pegawai Shopee di Kota Solo)
Oleh :
Ubaidillah Arriza - S412302031 - Fak. Ekonomi dan Bisnis
Konflik kelompok merupakan isu signifikan yang sering dihadapi oleh bisnis kontemporer, khususnya yang beroperasi dalam tim lintas fungsi yang luas. Seperti yang dikatakan oleh Nurhayati dkk. (2022), konflik kelompok di dalam organisasi muncul dari perbedaan tindakan, emosi, tujuan, dan niat di antara individu yang berinteraksi secara sosial dalam suatu kelompok. Konflik yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak buruk pada kinerja tim, mengurangi produktivitas, dan menghambat kreativitas dan kerja sama. Penulisan ini bertujuan untuk menyelidiki dampak kepercayaan organisasi, kepemimpinan inklusif, dan Empowering leadership pada konflik kelompok, serta efek mediasi dari keamanan psikologis. Penulisan ini menggunakan metodologi kuantitatif yang didasarkan pada data statistik. Metodologi penulisan yang efektif yang menangani isu penulisan memerlukan pengukuran variabel yang cermat dari subjek penulisan untuk memberikan hasil yang dapat digeneralisasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan organisasi, kepemimpinan inklusif, dan empowering leadership berpengaruh positif terhadap keamanan psikologis. Selanjutnya, kepercayaan organisasi, kepemimpinan inklusif, empowering leadership, dan keamanan psikologis juga terbukti berpengaruh positif terhadap konflik kelompok. Selain itu, keamanan psikologis mampu memoderasi pengaruh kepercayaan organisasi, kepemimpinan inklusif, dan empowering leadership terhadap konflik kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa terciptanya lingkungan kerja yang dilandasi kepercayaan, kepemimpinan yang inklusif, serta pemberdayaan pegawai dapat meningkatkan keamanan psikologis, tetapi pada saat yang sama juga dapat memengaruhi dinamika konflik dalam kelompok. Keamanan psikologis menjadi faktor penting yang dapat mengubah kekuatan hubungan antara faktor-faktor organisasi tersebut dan konflik kelompok. Oleh karena itu, organisasi perlu membangun lingkungan kerja yang terbuka dan aman secara psikologis dengan tetap memperhatikan pengelolaan konflik secara konstruktif agar perbedaan pendapat dapat menjadi bagian dari dinamika organisasi yang produktif.Kata kunci: Kepercayaan Organisasional, Kepemimpinan Inklusif Empowering Leadership Konflik Kelompok dan Keamanan Psikologis