Abstrak


ANALISIS KEAMANAN DATA PADA INOVASI DUKCAPIL DALAM GENGGAMAN DAN KEPERCAYAAN PUBLIK DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA SURAKARTA


Oleh :
Hilda Adisty - V8022055 - Sekolah Vokasi

Transformasi digital dalam pelayanan administrasi kependudukan menuntut pemerintah tidak hanya menyediakan layanan yang efisien, tetapi juga menjamin keamanan informasi guna melindungi data pribadi dan menjaga kepercayaan publik. Meskipun demikian, penelitian yang mengintegrasikan analisis keamanan data dan karakteristik inovasi dalam kaitannya dengan kepercayaan publik pada inovasi Dukcapil Dalam Genggaman (DDG) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis keamanan data pada inovasi DDG berdasarkan perspektif Confidentiality, Integrity, dan Availability (CIA Triad) serta menganalisis karakteristik inovasi DDG dalam kaitannya dengan pembentukan kepercayaan publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan CIA Triad, Teori Difusi Inovasi Rogers, dan Model Kepercayaan Mayer et al. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keamanan data pada DDG telah diterapkan melalui pembatasan hak akses, verifikasi identitas, enkripsi, validasi data, audit log, watermarking, Tanda Tangan Elektronik (TTE), pemantauan server, dan backup data. Meskipun demikian, masih terdapat kendala berupa gangguan sistem pada waktu tertentu dan belum tersedianya mekanisme server mirroring. Selain itu, masyarakat memberikan penilaian positif terhadap karakteristik inovasi DDG berdasarkan Teori Difusi Inovasi Rogers yang berkaitan dengan keyakinan masyarakat terhadap kemampuan (ability), kepedulian (benevolence), dan integritas (integrity) Disdukcapil Kota Surakarta sebagaimana dijelaskan dalam Model Kepercayaan Mayer et al. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan keamanan data berdasarkan CIA Triad serta karakteristik inovasi DDG menjadi aspek penting dalam penyelenggaraan layanan administrasi kependudukan berbasis digital.