Abstrak
PERSEPSI AUDIENS DAN KREDIBILITAS PRESENTER ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)
Oleh :
Moh Khodiq Duhri - S262408008 - Fak. ISIP
Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah mendorong
pemanfaatan presenter virtual dalam praktik jurnalisme penyiaran. Kehadiran
teknologi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan presenter AI
dalam membangun kredibilitas, khususnya pada pemberitaan bencana yang tidak
hanya menuntut penyampaian informasi secara akurat, tetapi juga kemampuan
menghadirkan empati dalam berita human interest. Penelitian ini bertujuan
menganalisis perbedaan persepsi audiens, yaitu sukarelawan bencana, terhadap
kredibilitas presenter AI dan presenter manusia berdasarkan empat dimensi
kredibilitas komunikator, yaitu keahlian (expertise), kejujuran (trustworthiness),
daya tarik (attractiveness), dan empati (empathy).
Penelitian menggunakan metode sequential explanatory mixed methods.
Tahap kuantitatif menerapkan desain quasi experiment dengan pendekatan posttest
only control group design terhadap 40 sukarelawan bencana di Kabupaten Sragen.
Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Selanjutnya, tahap kualitatif
dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk memperdalam interpretasi
terhadap hasil analisis kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi
yang signifikan antara presenter AI dan presenter manusia pada dimensi keahlian
dan kejujuran (p > 0,05). Pada dimensi daya tarik, sebagian besar indikator juga
tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, kecuali indikator kenyamanan
menonton yang memperlihatkan presenter manusia memperoleh penilaian lebih
tinggi (p < 0,05). Sebaliknya, pada dimensi empati ditemukan perbedaan yang
signifikan (p < 0,05), di mana presenter manusia dipersepsikan lebih mampu
membangun keterhubungan emosional dengan audiens sebagai manifestasi dari
dimensi goodwill. Temuan FGD memperkuat hasil tersebut dengan menunjukkan
bahwa presenter AI masih memiliki keterbatasan dalam menyelaraskan komunikasi
verbal dan nonverbal sesuai dengan konteks pemberitaan yang mengandung nilai
nilai kemanusiaan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa presenter AI memiliki potensi untuk
mendukung penyampaian berita yang berorientasi pada data dan informasi faktual,
sedangkan presenter manusia tetap memiliki keunggulan pada pemberitaan yang
menuntut empati dan kedalaman makna kemanusiaan. Berdasarkan temuan
tersebut, penelitian ini mengusulkan model siaran co-anchoring yang berlandaskan
konsep Segmentasi Genre Emosional, yaitu pembagian peran antara presenter AI
dan presenter manusia berdasarkan tingkat kebutuhan komunikasi afektif pada
setiap jenis pemberitaan.