Abstrak


Estimasi Nilai Waktu Perjalanan Penumpang Angkutan Umum Rute Surakarta-Wonogiri (Studi Kasus: KA Batara Kresna dan Bus Trans Jateng)


Oleh :
Yeremia Prihandoyo - I0120174 - Fak. Teknik

Yeremia Prihandoyo, 2026. Estimasi Nilai Waktu Perjalanan Penumpang Angkutan Umum Rute Surakarta-Wonogiri (Studi Kasus: KA Batara Kresna dan Bus Trans Jateng) Skripsi Program Studi S-1 Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Nilai waktu perjalanan (Value of Travel Time) merupakan nilai ekonomi yang diberikan individu terhadap waktu yang dihemat dalam melakukan perjalanan. Meskipun penelitian mengenai estimasi nilai waktu di Indonesia telah banyak dilakukan pada kota-kota metropolitan, kajian pada koridor regional Surakarta Wonogiri masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik penumpang serta mengestimasi nilai waktu perjalanan pengguna KA Batara Kresna dan Bus Trans Jateng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei wawancara menggunakan kuesioner berbasis metode Stated Preference yang dirancang dalam bentuk skenario hipotetik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling terhadap pengguna KA Batara Kresna dan Bus Trans Jateng rute Solo Wonogiri yang telah berpenghasilan dan melakukan perjalanan minimal 1–2 kali per minggu. Jumlah responden sebanyak 384 orang, terdiri atas 143 pengguna KA Batara Kresna dan 241 pengguna Bus Trans Jateng. Data primer diperoleh melalui kuesioner yang memvariasikan tarif dan waktu tempuh, kemudian dianalisis menggunakan regresi untuk mengestimasi nilai waktu perjalanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan tarif dan waktu perjalanan memengaruhi tingkat kesediaan penumpang terhadap alternatif perjalanan yang ditawarkan. Nilai waktu tertinggi pada KA Batara Kresna sebesar Rp18.378,38 per jam dan pada Bus Trans Jateng sebesar Rp3.695,32 per jam, yang keduanya terdapat pada kelompok pendapatan sedang. Rata-rata tertimbang deskriptif berdasarkan komposisi sampel adalah Rp7.002,50 per jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai waktu perjalanan tidak selalu meningkat secara monoton seiring dengan tingkat pendapatan. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji karakteristik sosial ekonomi lainnya selain pendapatan yang berpotensi memengaruhi nilai waktu perjalanan. Kata Kunci : Bus Trans Jateng, KA Batara Kresna, nilai waktu perjalanan, Stated Preference,