Abstrak


Pemetaan Tingkat Kerawanan Banjir Lokal di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG)


Oleh :
Lintang Kirana Prasetyo - H1021050 - Fak. Pertanian

Kecamatan Babelan merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan banjir cukup tinggi yang dipengaruhi oleh kondisi fisik wilayah. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi dan pemetaan tingkat kerawanan banjir untuk mendukung mitigasi bencana melalui pendekatan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis parameter fisik yang memengaruhi kerawanan banjir, memetakan tingkat kerawanan banjir menggunakan metode Weighted Overlay, serta menguji akurasi hasil pemetaan berdasarkan data historis kejadian banjir. Penelitian dilaksanakan pada November hingga Desember 2025 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial berbasis SIG melalui perangkat lunak QGIS 3.40 LTR. Parameter yang digunakan meliputi curah hujan, kemiringan lereng, tutupan lahan, jenis tanah, dan jarak sungai. Data penelitian berupa data sekunder yang diperoleh dari BIG, BRMP SDLP, CHIRPS, Google Earth Engine, dan BPBD Kabupaten Bekasi. Analisis dilakukan melalui tahapan skoring, pembobotan, overlay spasial, kemudian diklasifikasikan ke dalam lima tingkat kerawanan banjir dan divalidasi menggunakan data historis kejadian banjir tahun 2022 hingga Agustus 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kecamatan Babelan didominasi faktor fisik pendukung banjir, yaitu topografi datar (kemiringan lereng <8%) seluas 90,53%, lahan terbangun sebesar 33%, serta tanah gleisol seluas 82,84% yang memiliki infiltrasi rendah, sementara curah hujan yang cenderung rendah sebesar 1.788,44–2.145,61 mm/tahun dan kedekatan terhadap sungai yang relatif merata luas tiap kelasnya. Berdasarkan metode Weighted Overlay, wilayah didominasi kelas kerawanan sedang (47,91%) dan tinggi (28,17%), diikuti rendah (17,45%), sangat tinggi (5,72%), dan sangat rendah (0,74%). Hasil peta menunjukkan kesesuaian yang baik dengan data kejadian banjir, terutama pada Kelurahan Huripjaya, Babelankota, Kebalen, dan Bahagia yang termasuk kategori kerawanan sedang hingga sangat tinggi.