;

Abstrak


PENGARUH MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBANTUAN KARTU BERPASANGAN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI TINGKAT SELF-REGULATED LEARNING


Oleh :
Anisa Diah Wardani - S032502004 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui perbedaan efektivitas model Teams Games Tournament (TGT) berbantuan kartu berpasangan dan model pembelajaran langsung berbantuan LKPD dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis murid.; 2) mengetahui perbedaan pengaruh tingkat Self-Regulated Learning (SRL) dengan kriteria tinggi, sedang, dan rendah dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis murid; dan 3) mengetahui pengaruh interaksi antara model Teams Games Tournament (TGT) berbantuan kartu berpasangan dan tingkat Self-Regulated Learning (SRL) terhadap kemampuan berpikir kritis murid. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi experimental design factorial 2 x 3. Populasi penelitian ini adalah seluruh murid kelas IV SD yang ada di Kecamatan Nguter. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling dan diperoleh 6 SD yang terdiri dari 3 SD kelompok eksperimen (40 murid), serta 3 SD kelompok kontrol (38 murid). Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis dan angket Self-Regulated Learning (SRL). Instrumen penelitian telah memenuhi uji validitas, reliabilitas, taraf kesukaran, dan daya pembeda. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA) dua jalan dengan sel tak sama pada taraf signifikansi 5% yang dilanjutkan dengan uji lanjut ANAVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis murid yang belajar menggunakan model Teams Games Tournament (TGT) berbantuan kartu berpasangan dan murid yang belajar menggunakan model pembelajaran langsung berbantuan LKPD, dengan model TGT berbantuan kartu berpasangan memberikan hasil yang lebih baik; (2) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis berdasarkan tingkat SelfRegulated Learning (SRL), di mana murid dengan SRL tinggi memiliki kemampuan berpikir kritis lebih baik dibandingkan murid dengan SRL sedang dan rendah, sedangkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara murid dengan SRL sedang dan rendah; dan (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan Self-Regulated Learning (SRL) terhadap kemampuan berpikir kritis murid. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model Teams Games Tournament berbantuan kartu berpasangan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis murid pada tingkat Self-Regulated Learning tinggi, sedang, maupun rendah. Implikasinya, model Teams Games Tournament berbantuan kartu berpasangan dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran bagi guru sekolah dasar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis murid pada berbagai tingkat Self-Regulated Learning (SRL).