Abstrak
KAJIAN PROSES INTERNALISASI DIMENSI KREATIF DAN
KEWARGAAN PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN
EKSTRAKULIKULER KARAWITAN “SINGO LARAS” DI
SDN SINGODUTAN
Oleh :
Astuti - S032508056 - Fak. KIP
Kegiatan ekstrakurikuler berbasis budaya lokal memiliki peran penting dalam
mendukung pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik di sekolah dasar.
Salah satu bentuk pembelajaran berbasis budaya lokal adalah karawitan yang tidak
hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian seni tradisional, tetapi juga berpotensi
menginternalisasi dimensi kreatif dan kewargaan peserta didik. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis: (1) persepsi guru terhadap kegiatan karawitan Singo
Laras dalam proses internalisasi dimensi kreatif dan kewargaan, (2) proses
internalisasi dimensi kreatif dan kewargaan melalui kegiatan karawitan Singo
Laras, (3) evaluasi proses internalisasi dimensi kreatif dan kewargaan peserta didik
melalui kegiatan ekstrakulikuler karawitan Singo Laras, serta (4) hambatan yang
dihadapi pada pelaksanaan ekstrakulikuler karawitan melalui proses internalisasi
dimensi kreatif dan kewargaan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru pelatih karawitan, dan peserta
didik kelas III, IV, V SDN Singodutan yang dipilih menggunakan teknik purposive
sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi,
dokumentasi, dan angket. Validitas data menggunakan triangulasi sumber, teknik,
dan waktu. Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang
meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap
kegiatan karawitan Singo Laras karena mampu menginternalisasi dimensi kreatif
peserta didik yang ditunjukkan melalui keberanian bereksplorasi, fleksibilitas
berpikir, kemampuan memecahkan masalah, dan rasa percaya diri, serta dimensi
kewargaan yang ditunjukkan melalui disiplin, tanggung jawab, kerja sama,
kepedulian terhadap kepentingan bersama, dan kesadaran budaya. Proses
internalisasi kedua dimensi berlangsung secara bertahap melalui latihan berulang,
pengalaman langsung memainkan gamelan, interaksi sosial, dan pembiasaan
selama kegiatan berlangsung. Evaluasi pelaksanaan menunjukkan bahwa kegiatan
karawitan berjalan cukup efektif ada jadwal kegiatan, daftar hadir, materi gending,
serta partisipasi aktif peserta didik selama latihan. Adapun hambatan yang
ditemukan meliputi perbedaan kemampuan peserta didik, ketergantungan pada
arahan guru, rendahnya keberanian bereksplorasi dan kepercayaan diri sebagian
peserta didik, serta belum meratanya disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama
dalam kelompok. Simpulan penelitian ini kegiatan ekstrakurikuler karawitan
“Singo Laras” berperan efektif sebagai media pembelajaran berbasis budaya lokal
dalam menginternalisasi dan menginternalisasikan dimensi kreatif dan kewargaan
peserta didik di SD Negeri Singodutan.