Abstrak
Budidaya Tanaman Timun (Ccucumis sativus L.) dengan pemberian Pupuk NPK sebagai Sumber Hara Makro
Oleh :
Asiva Nobel Eka Safitri - V4123013 - Sekolah Vokasi
Budidaya
tanaman timun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu kegiatan
hortikultura yang memiliki peluang untuk dikembangkan karena memiliki
permintaan pasar. Kegiatan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui
pelaksanaan budidaya tanaman timun menggunakan pupuk NPK 15:15:15 serta mengetahui
hasil produksi dan kelayakan usahataninya. Kegiatan dilaksanakan di pekarangan
rumah Desa Senden RT 01/RW 02, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, pada tanggal
25 Mei sampai 25 Juli 2026. Budidaya dilakukan menggunakan 210 polybag dengan
media tanah, sekam bakar, dan pupuk kandang kambing dengan perbandingan 1:1:1.
Benih yang digunakan adalah varietas Cordova F1. Pupuk NPK 15:15:15 diberikan
dengan dosis 10 gram per tanaman. Pemeliharaan meliputi penyiraman, penyulaman,
pemasangan ajir, pemupukan, pengendalian hama, penyiangan, dan pemangkasan.
Pengamatan dilakukan pada 50 tanaman sampel dengan parameter tinggi tanaman,
jumlah daun, panjang buah, bobot buah, dan produksi.
Hasil pengamatan
menunjukkan rata-rata tinggi tanaman pada umur 7, 14, 21, dan 28 HST berturut-turut
sebesar 16,12 cm, 34,82 cm, 66,30 cm, dan 103,64 cm, sedangkan rata-rata jumlah
daun berturut-turut sebesar 4,16 helai, 7,32 helai, 20,98 helai, dan 38,96
helai. Produksi timun mencapai 184 kg selama lima kali panen dengan rata-rata
panjang buah 21,23–23,53 cm. Total biaya produksi sebesar Rp855.687, penerimaan
sebesar Rp2.246.000, dan keuntungan sebesar Rp1.390.313. Nilai R/C Ratio
sebesar 2,62 dan B/C Ratio sebesar 1,62 menunjukkan bahwa budidaya tanaman
timun menggunakan pupuk NPK 15:15:15 layak dan menguntungkan untuk diusahakan