Abstrak
Analisis Sistem Kearsipan Digital di SMK Batik 1 Surakarta Tahun 2026
Oleh :
Fadia Azzara Eka Laraswati - K7522038 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses penciptaan,
penyimpanan, dan penemuan kembali arsip digital di SMK Batik 1 Surakarta; (2)
menganalisis efektivitas penggunaan media digital dalam pengelolaan arsip
sekolah; (3) mendeskripsikan kesiapan sumber daya manusia dalam pengelolaan
arsip digital; (4) mendeskripsikan sistem keamanan dan pemeliharaan arsip digital;
serta (5) menganalisis faktor-faktor penghambat dalam implementasi kearsipan
digital di SMK Batik 1 Surakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif.
Penelitian dilaksanakan di SMK Batik 1 Surakarta. Sumber data diperoleh dari
informan (kepala dan staf tata usaha, serta guru), peristiwa pengelolaan arsip, dan
dokumen/arsip digital sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan teknik pengambilan sampel
sumber data secara purposive dan snowball. Uji validitas data menggunakan
triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data dilakukan secara interaktif
melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi
mengikuti model Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penciptaan arsip digital dilakukan
melalui tiga sistem informasi yang berdiri sendiri, yaitu Nawala (persuratan),
SLiMS (perpustakaan), dan E-SPP (keuangan), namun belum didukung standar
penamaan file yang baku. Penyimpanan arsip tersebar pada komputer tata usaha
dan ketiga aplikasi tersebut serta Google Drive tanpa sistem klasifikasi/pengkodean
digital, sedangkan penemuan kembali arsip dirasakan lebih cepat dibanding arsip
fisik meskipun masih terkendala jaringan dan error sistem. Penggunaan media
digital terbukti meningkatkan efisiensi waktu, ketepatan, dan produktivitas kerja,
walau efisiensi biaya hanya tercapai sebagian. Kesiapan sumber daya manusia
tergolong memadai pada kemampuan dasar dan bersikap positif terhadap teknologi,
tetapi belum ditunjang pelatihan formal yang rutin. Sistem keamanan arsip digital
baru memenuhi prinsip kerahasiaan melalui login dan pembatasan akses, namun
belum memenuhi prinsip integritas dan ketersediaan karena belum ada enkripsi,
pencatatan jejak aktivitas, serta jadwal backup yang baku. Faktor penghambat
implementasi kearsipan digital meliputi kompetensi SDM yang belum merata,
gangguan jaringan dan perangkat, belum adanya SOP khusus, keterbatasan
anggaran, serta budaya kerja yang masih bergantung pada arsip fisik. Simpulan
penelitian menunjukkan bahwa sistem kearsipan digital di SMK Batik 1 Surakarta
belum berjalan secara optimal dan terintegrasi sehingga diperlukan penyusunan
SOP, peningkatan pelatihan SDM, serta integrasi sistem informasi antarunit kerja.