Abstrak


Kajian Branding Desain Third Jersey Persipa Pati Musim 2025/2026


Oleh :
Savinka Kayla Iswahyuni Sholikha - K3222043 - Fak. KIP

Persipa Pati merupakan klub sepak bola Liga 3 yang menetapkan Tari Topeng Mina Tani dan Kebo Landoh sebagai konsep utama pada desain third jersey musim 2025/2026 sebagai upaya memperkuat identitas visual klub sekaligus mengangkat budaya lokal Kabupaten Pati. Kajian mengenai desain jersey sebagai instrumen branding klub sepak bola, khususnya pada level Liga 3, masih relatif terbatas dibandingkan kajian pada klub dengan sumber daya dan popularitas yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kreatif branding desain third jersey Persipa Pati musim 2025/2026. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan objek third jersey Persipa Pati musim 2024/2025 dan 2025/2026 yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan manajemen Persipa Pati dan desainer Calma Apparel, dokumentasi, serta kuesioner sebagai data pendukung, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan data dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga keabsahan data. Analisis dilakukan berdasarkan lima tahapan branding menurut Wheeler (2009) Conducting Research, Clarifying Strategy, Designing Identity, Creating Touchpoints, dan Managing Assets yang selanjutnya diinterpretasikan menggunakan konsep rebranding Muzellec dan Lambkin (2003, 2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persipa Pati bersama Calma Apparel telah menerapkan seluruh tahapan branding, dengan tahap Designing Identity paling sesuai dengan konsep Wheeler melalui ilustrasi Tari Topeng Mina Tani dan Kebo Landoh, kombinasi warna hitam-hijau, tipografi khas, serta tata letak yang memperoleh tanggapan positif dari mayoritas suporter Patifosi. Namun, tahap Conducting Research, Clarifying Strategy, Creating Touchpoints, dan Managing Assets belum sepenuhnya optimal karena minimnya pelibatan suporter sejak awal, penyusunan strategi yang belum sistematis, jangkauan komunikasi yang belum menyeluruh, serta belum adanya pedoman identitas visual yang terstruktur. Ditinjau dari konsep rebranding, proses ini menunjukkan adanya Brand Positioning, Brand Redesign, dan Relaunch yang bersifat evolusioner karena tetap mempertahankan kesinambungan identitas visual musim sebelumnya. Penelitian ini merekomendasikan pelibatan suporter sejak tahap awal branding serta penyusunan strategi dan pengelolaan aset visual yang lebih sistematis pada praktik branding klub sepak bola selanjutnya.