Abstrak


Pemaknaan Simbolik terhadap Konten Beauty Influencerdalam Pembentukan Preferensi Penggunaan Skincare Lokaloleh Mahasiswi UNS


Oleh :
Nesha Salsa Billa Widiawati - K8422056 - Fak. KIP

Nesha Salsa Billa Widiawati. K8422056. Pembimbing: Dr. Danang Purwanto, S.Sos, M.Si. PEMAKNAAN SIMBOLIK TERHADAP KONTEN BEAUTY INFLUENCER DALAM PEMBENTUKAN PREFERENSI PENGGUNAAN SKINCARE LOKAL OLEH MAHASISWI UNS. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2026 Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memahami bentuk pemaknaan simbolik pada mahasiswi UNS terhadap simbol-simbol yang terdapat dalam konten beauty influencer di media sosial. (2) Menganalisis proses pembentukan preferensi penggunaan skincare lokal yang terbentuk melalui pemaknaan simbolik terhadap konten beauty influencer. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Sumber data penelitian ini meliputi primer dan sekunder, sumber data primer yaitu mahasiswi UNS sebagai informan penelitian, karena dianggap memiliki pengalaman dan pengetahuan yang relevan dengan penggunaan skincare lokal dan konten beauty influencer. Sedangkan, sumber data sekunder yaitu data pendukung dari beberapa literatur yaitu buku, jurnal, skripsi, dan dokumentasi produk skincare lokal dan konten beauty influencer. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Teknik uji validitas yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) mahasiswi Universitas Sebelas Maret memaknai berbagai simbol yang terdapat dalam konten beauty influencer, seperti label BPOM, sertifikasi halal, kandungan produk, dan review penggunaan, sebagai indikator keamanan, kualitas, dan kepercayaan terhadap skincare lokal; (2) preferensi penggunaan skincare lokal terbentuk melalui proses interaksi simbolik, yaitu dengan menonton, mengakses, membandingkan, dan menginterpretasikan konten beauty influencer berdasarkan pengalaman serta kebutuhan kulit, sehingga menghasilkan keputusan dalam memilih produk skincare lokal yang dianggap paling sesuai.