Abstrak


Aplikasi Pupuk Organik dan Mikoriza pada Pertumbuhan dan Hasil Padi Gogo dalam Sistem Agroforestri Sengon


Oleh :
Auliya Azizah - H0722030 - Fak. Pertanian

Peningkatan kebutuhan beras nasional diperhadapkan pada penurunan luas lahan sawah akibat alih fungsi lahan dan perubahan iklim. Pengembangan padi gogo di lahan kering melalui sistem agroforestri sengon menjadi salah satu alternatif solutif, meskipun tantangan kompetisi cahaya, air, dan hara di bawah tegakan sengon tetap ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respons pertumbuhan dan hasil padi gogo varietas Inpago 12 terhadap kombinasi jenis pupuk organik berbasis limbah pertanian dan dosis mikoriza pada sistem agroforestri sengon. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Januari 2026 di Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial 3x3 dengan tiga ulangan (total 27 satuan percobaan). Faktor pertama adalah jenis pupuk organik (20 ton ha⁻¹): limbah ekstraksi Indigofera tinctoria, limbah tongkol jagung, dan limbah brangkasan kacang tanah. Faktor kedua adalah dosis mikoriza per tanaman: 0 g, 15 g, dan 30 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai jenis pupuk organik berpengaruh terhadap pertumbuhan padi gogo, khususnya tinggi tanaman, jumlah anakan, dan kandungan klorofil. Aplikasi mikoriza memengaruhi beberapa parameter pertumbuhan, namun belum memberikan pengaruh yang jelas terhadap serapan hara maupun hasil padi gogo. Kombinasi kedua perlakuan belum menunjukkan interaksi yang konsisten terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman, kecuali pada laju pertumbuhan tanaman. Secara keseluruhan, keberhasilan budidaya padi gogo pada sistem agroforestri sengon tidak hanya ditentukan oleh asupan hara organik dan mikoriza, melainkan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan tumbuh, terutama ketersediaan intensitas cahaya di bawah tegakan.