Abstrak
Laba-Laba Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Kriya Kayu Wall Decor
Oleh :
Salma Miladunka Rahma - K3221059 - Fak. KIP
Salma
Miladunka Rahma. K3221059 Pembimbing: Dr. Lili Hartono, S.Sn., M.Hum.
LABA-LABA SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN KRIYA KAYU WALL DECOR. Tugas
Akhir, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2026 Laba-laba merupakan
salah satu makhluk hidup yang memiliki karakter visual khas melalui bentuk
tubuh, corak alami, dan struktur jaring yang tersusun secara harmonis. Keunikan
tersebut menjadi sumber inspirasi dalam penciptaan karya kriya kayu berbentuk wall decor sebagai bentuk
apresiasi terhadap keindahan visual yang terdapat di alam. Penciptaan karya ini
bertujuan untuk mewujudkan karya kriya kayu wall decor yang terinspirasi dari laba-laba Araneus diadematus serta
mendeskripsikan hasil visual karya yang dihasilkan. Metode penciptaan
menggunakan tahapan penciptaan karya kriya menurut Gustami yang meliputi
eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi dilakukan melalui
studi pustaka dan analisis visual mengenai karakteristik laba-laba Araneus diadematus. Tahap
perancangan meliputi penyusunan konsep, pembuatan sketsa alternatif, pemilihan
desain, serta penyusunan gambar kerja. Tahap perwujudan dilakukan menggunakan
material kayu jati dengan teknik ukir tembus (kerawang), teknik pyrography untuk membangun
detail dan tekstur visual, pembentukan objek laba-laba tiga dimensi, proses layering, dan finishing yang berupa perakitan. Hasil
penciptaan berupa delapan karya kriya kayu wall decor yang merepresentasikan berbagai fase kehidupan
laba-laba Araneus diadematus,
mulai dari fase awal kehidupan hingga proses bertahan hidup. Setiap karya
mengolah unsur bentuk, garis, tekstur, ruang, dan gelap-terang melalui
perpaduan teknik ukir tembus dan pyrography
sehingga menghasilkan komposisi yang dinamis, memiliki kedalaman visual, serta
menampilkan karakter estetis yang terinspirasi dari struktur tubuh dan jaring
laba-laba. Penciptaan ini diharapkan dapat memperkaya referensi penciptaan
kriya kayu yang bersumber dari fenomena alam sekaligus memperluas eksplorasi
visual dalam pengembangan karya seni kriya.