Abstrak
DINAMIKA TRADISI BERSIH DESA DI DESA KEPEL KECAMATAN KARE KABUPATEN MADIUN 2015-2024
Oleh :
Muhammad Naufal - B0422060 - Fak. Ilmu Budaya
Tradisi Bersih Desa di Desa Kepel
merupakan warisan budaya masyarakat agraris yang terus mengalami perkembangan
seiring dengan perubahan kondisi sosial, ekonomi, dan kebijakan pembangunan
desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang Tradisi Bersih
Desa di Desa Kepel dalam konteks sejarah lokal dan perkembangan masyarakat
agraris. Berikutnya, menganalisis dinamika pelaksanaan Tradisi Bersih Desa pada
periode 2015–2024. Terakhir, mengkaji dampak perubahan Tradisi Bersih Desa
terhadap kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Desa Kepel.Penelitian ini menggunakan metode
sejarah yang meliputi empat tahapan. Tahap heuristik dilakukan dengan
mengumpulkan sumber primer dan sekunder berupa arsip Pemerintah Desa Kepel,
dokumentasi kegiatan Bersih Desa, data Badan Pusat Statistik, hasil wawancara
dengan kepala desa, tokoh adat, perangkat desa, dan masyarakat, serta berbagai
buku, jurnal, dan literatur yang relevan. Tahap kritik sumber dilakukan untuk
menguji keaslian dan kredibilitas sumber yang diperoleh. Tahap interpretasi
digunakan untuk menganalisis serta menafsirkan fakta-fakta sejarah sehingga
diperoleh hubungan sebab akibat dari dinamika Tradisi Bersih Desa. Tahap
historiografi dilakukan dengan menyusun hasil penelitian ke dalam bentuk
penulisan sejarah yang sistematis, kronologis, dan ilmiah.Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Tradisi Bersih Desa di Desa Kepel berakar pada kebudayaan masyarakat
Mataraman yang berkembang sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil pertanian,
permohonan keselamatan, serta penghormatan kepada leluhur. Periode 2015–2016
merupakan fase persiapan pembangunan desa yang menjadi landasan perubahan
tradisi pada tahun-tahun berikutnya. Sejak tahun 2017, tradisi ini mengalami
perubahan melalui penambahan ritual pelarungan jenang takir, pengembangan
rangkaian kegiatan budaya, serta pengemasan sebagai bagian dari pengembangan
desa wisata. Pada masa pandemi COVID-19 tahun 2020–2022, pelaksanaan tradisi
mengalami penyesuaian, kemudian kembali dilaksanakan secara penuh pada tahun
2023–2024 dengan format yang lebih adaptif.
Kesimpulan penelitian ini
menunjukkan bahwa Tradisi Bersih Desa di Desa Kepel memiliki latar belakang
historis sebagai tradisi masyarakat agraris yang berakar pada kebudayaan
Mataraman. Dinamika pelaksanaannya selama periode 2015–2024 memperlihatkan
proses perubahan yang berlangsung secara bertahap, dimulai dari fase persiapan
pembangunan desa, Perubahan tata pelaksanaan sejak tahun 2017, penyesuaian pada
masa pandemi COVID-19, hingga pelaksanaan kembali secara penuh pada masa
pascapandemi. Perubahan tersebut merupakan bentuk adaptasi masyarakat terhadap
perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai pokok tradisi, serta
memberikan dampak berupa penguatan identitas budaya, peningkatan solidaritas
sosial, pelestarian warisan budaya lokal, dan kontribusi terhadap pengembangan
ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis budaya.