Abstrak
ANALISIS TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA BERDASARKAN FAKTOR EKONOMI, PENDIDIKAN, DAN KESEHATAN DI PROVINSI BANTEN PADA TIGA PERIODE PANDEMI COVID-19
Oleh :
Putri Lestari Sutrisno - V8022095 - Sekolah Vokasi
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten secara konsisten
berada di atas rata-rata nasional, yaitu sebesar 6,68 persen pada tahun 2024
dibandingkan dengan 4,91 persen secara nasional, meskipun memiliki potensi
ekonomi yang besar dan letak geografis yang strategis. Selain itu, adanya pandemi
Covid-19 memengaruhi kondisi pasar tenaga kerja sehingga diduga menyebabkan
perbedaan Tingkat Pengangguran Terbuka pada periode sebelum, saat, dan setelah
pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor ekonomi
diukur melalui pertumbuhan ekonomi dan upah minimum, faktor pendidikan
melalui Rata-rata Lama Sekolah , dan faktor kesehatan melalui Angka Harapan
Hidup terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi Banten tahun 2018
2024 serta membandingkan Tingkat Pengangguran Terbuka pada tiga periode
pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini menggunakan asosiatif dengan pendekatan
kuantitatif yang menggunakan data sekunder berbentuk data panel dari Badan Pusat
Statistik (BPS). Analisis data menggunakan regresi data panel dengan model
terpilih Fixed Effect Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan
pertumbuhan ekonomi, upah minimum, rata-rata lama sekolah, angka harapan
hidup, serta dummy saat dan setelah Covid-19 berpengaruh signifikan terhadap
Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi Banten. Secara parsial, rata-rata lama
sekolah berpengaruh negatif signifikan, sedangkan pertumbuhan ekonomi, upah
minimum, dan angka harapan hidup tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat
pengangguran terbuka. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa Tingkat
Pengangguran Terbuka pada masa dan setelah pandemi Covid-19 lebih tinggi
dibandingkan sebelum pandemi, serta Tingkat Pengangguran Terbuka pada periode
setelah pandemi Covid-19 lebih tinggi dibandingkan saat pandemi Covid-19.
Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia
perlu diprioritaskan untuk mendorong penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka
di Provinsi Banten.