Abstrak
PENGARUH KONSENTRASI IBA DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK PUCUK CALON BATANG BAWAH TANAMAN KARET
Oleh :
Maulina Awalul Hasanah - H0722091 - Fak. Pertanian
Tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) merupakan komoditas
perkebunan strategis yang penyediaan benihnya masih bergantung pada batang
bawah asal biji. Ketersediaan biji menghadapi berbagai kendala, seperti
produksi yang bersifat musiman, anomali iklim, serangan penyakit gugur daun,
dan sifat rekalsitran yang menyebabkan viabilitas biji cepat menurun. Kondisi
tersebut mendorong pengembangan setek pucuk sebagai alternatif sumber batang
bawah tanaman karet. Penelitian ini bertujuan memperoleh konsentrasi Indole
Butyric Acid (IBA), media tanam, dan interaksi keduanya yang efektif
terhadap pertumbuhan setek pucuk calon batang bawah tanaman karet. Penelitian
dilaksanakan di Unit Riset Bogor–Getas, Salatiga, Jawa Tengah pada November
2025 hingga Februari 2026 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial
dua faktor dengan empat ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi IBA (0, 100,
200, dan 300 ppm), sedangkan faktor kedua adalah media tanam berupa campuran cocopeat
dan arang sekam (1:1) serta topsoil dan arang sekam (2:1). Data dianalisis
menggunakan ANOVA, Duncan's Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%, uji
korelasi, dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IBA tidak berpengaruh
nyata terhadap pertumbuhan setek, media tanam berpengaruh nyata terhadap
panjang akar terpanjang, dan kombinasi keduanya berpengaruh sangat nyata
terhadap jumlah akar primer. Beberapa konsentrasi IBA tidak dapat meningkatkan
pertumbuhan setek pucuk calon batang bawah tanaman karet, media tanam cocopeat
dan arang sekam (1:1) menghasilkan panjang akar terpanjang dengan rerata
sebesar 106,03 mm, dan kombinasi IBA 200 ppm dengan media cocopeat dan
arang sekam (1:1) menghasilkan jumlah akar primer sebesar 2,48 akar. IBA dan
media tanam lebih berperan dalam meningkatkan pertumbuhan sistem perakaran
dibandingkan pertumbuhan tajuk, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai
alternatif teknologi pembibitan untuk penyediaan batang bawah tanaman karet
yang berkelanjutan.