;

Abstrak


Prioritas Penanganan Perkerasan Jalan Berdasarkan Pembobotan Kinerja Fungsional Dan Struktural Dengan Principal Component Analysis


Oleh :
Suryanto - S942408014 - Fak. Teknik

Infrastruktur jalan merupakan komponen vital dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi regional. Praktik evaluasi di Indonesia masih didominasi oleh survei visual seperti Pavement Condition Index (PCI), yang memiliki keterbatasan dalam membedakan kondisi perkerasan dari kerusakan permukaan, meskipun keduanya memiliki kapasitas struktural yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Indeks Kinerja Gabungan (IKG) melalui integrasi data PCI, International Roughness Index (IRI), dan Falling Weight Deflectometer (FWD), dengan studi kasus pada koridor Surakarta–Sukoharjo–Wonogiri. Metode yang digunakan meliputi pemetaan foto udara untuk PCI, pengujian roughness untuk IRI, serta evaluasi struktural melalui parameter cekung lendutan dan modulus tanah dasar. Principal Component Analysis (PCA) digunakan untuk ekstraksi faktor yang membentuk 4 komponen utama, yaitu PC1 (lendutan maksimal D0, base layer index, middle layer index, lower layer index dan radius of curvature), PC2 (modulus elastisitas tanah dasar), PC3 (kondisi fungsional IRI), dan PC4 (kondisi permukaan PCI). Model Indeks Kinerja Gabungan (IKG) yang dihasilkan yaitu 0,58460(PC1)+0,14133(PC2)+0,13851(PC3)+0,13557(PC4). Hasil klasifikasi IKG menunjukkan sampel dalam kondisi baik 63,16% , sedang 18,42%, rusak ringan 11,84%, dan rusak berat 6,58%. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan multikriteria dalam evaluasi kinerja jalan provinsi, sehingga strategi pemeliharaan dapat menjadi lebih objektif, efektif, dan berkelanjutan. Penerapan IKG pada segmen jalan dapat digunakan untuk menentukan prioritas pemeliharaan. Bobot kinerja struktural lebih besar dibandingkan bobot kinerja fungsional, sehingga pemeliharaan struktural perlu dilakukan pada ruas jalan yang memiliki lebih banyak kerusakan tersembunyi guna memperlambat laju penurunan kinerja perkerasan jalan. Prioritas pemeliharaan jalan dibagi dalam 4 (empat) kondisi, yaitu pemeliharaan rutin dan preservasi,  rehabilitasi mayor fungsional, rehabilitasi mayor struktural, dan rekonstruksi.