Abstrak


Evaluasi Implementasi Clash Detection Pada Model Struktur Gedung Puskesmas Kusuma Wijaya Berbasis Building Information Modeling (BIM) Terhadap Volume, Durasi, dan Biaya Proyek


Oleh :
Thoriq Syifa Azzuhair - V4223067 - Sekolah Vokasi

Perencanaan proyek konstruksi memerlukan koordinasi yang baik antar disiplin untuk menghindari terjadinya konflik desain yang dapat menyebabkan pekerjaan ulang, keterlambatan pelaksanaan, dan pembengkakan biaya. Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi konflik sejak tahap perencanaan adalah Building Information Modeling (BIM) melalui fitur clash detection. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi clash detection pada model struktur Gedung Puskesmas Kusuma Wijaya berbasis BIM serta menganalisis pengaruh proses clash resolving terhadap perubahan volume pekerjaan, durasi proyek, dan biaya konstruksi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-komparatif. Pemodelan struktur dilakukan menggunakan Autodesk Revit 2025, proses clash detection menggunakan Autodesk Navisworks Manage 2025, penjadwalan proyek menggunakan Microsoft Project, sedangkan estimasi biaya dilakukan melalui Quantity Take-Off (QTO) berbasis BIM yang diolah menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses clash detection mengidentifikasi 5 hard clash pada model struktur yang seluruhnya berhasil diselesaikan melalui clash resolving. Perubahan model setelah perbaikan menyebabkan perubahan volume pekerjaan sebesar 0,0012%, yang terdiri atas penurunan volume beton sebesar 0,03 m³ dan luas bekisting sebesar 0,03 m², sedangkan volume tulangan tidak mengalami perubahan. Perubahan volume tersebut tidak memengaruhi durasi pelaksanaan proyek sehingga tetap 133 hari, namun menghasilkan penurunan biaya konstruksi dari Rp6.404.853.683 menjadi Rp6.404.788.557, dengan penghematan sebesar Rp65.126 atau 0,00102%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi clash detection pada model struktur mampu meningkatkan akurasi model BIM serta mengoptimalkan perhitungan volume dan biaya konstruksi, meskipun pengaruhnya terhadap durasi proyek tidak signifikan.