Abstrak
Budidaya dan Analisis Usahatani Timun Baby (Cucumis sativus L.) di Polybag dengan Pemberian Pupuk Hayati Bio-slurry di Karanganyar
Oleh :
Afifia Putri Utami - V4123003 - Sekolah Vokasi
Tanaman timun (Cucumis sativus L.)
merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomis tinggi dengan permintaan
pasar yang terus meningkat, namun produksi nasional pada periode 2022–2025
mengalami fluktuasi akibat perubahan iklim, cuaca ekstrem, alih fungsi lahan,
urbanisasi, dan pembangunan infrastruktur sehingga diperlukan inovasi budidaya
untuk meningkatkan produktivitas. Salah satu komoditas yang berpotensi
dikembangkan adalah timun baby, karena memiliki rasa renyah dan manis, siklus
panen relatif singkat, serta permintaan pasar yang stabil. Budidaya timun baby
dalam polybag menjadi solusi yang relevan pada lahan terbatas karena lebih
efisien dalam penggunaan air dan dapat diterapkan di daerah perkotaan, meskipun
keterbatasan ruang tumbuh akar menjadi tantangan tersendiri bagi pertumbuhan
tanaman. Penggunaan pupuk hayati bio-slurry sebagai hasil samping biogas
dari urin sapi yang kaya bahan organik serta unsur hara makro dan mikro
berpotensi memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, serta
meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu,
pemilihan komoditas timun baby dan penggunaan pupuk hayati bio-slurry
pada Tugas Akhir ini didasarkan pada nilai ekonomis timun baby yang tinggi,
permintaan pasar yang stabil, serta masih terbatasnya kajian mengenai
pemanfaatan bio-slurry pada budidaya timun baby di polybag, padahal pupuk
tersebut relatif mudah diperoleh dan berbiaya rendah sehingga berpotensi
meningkatkan efisiensi usahatani.
Strategi pemasaran difokuskan, dengan
memanfaatkan keunggulan produk yaitu mudah dibudidayakan di dataran rendah,
tekstur renyah, harga terjangkau dari harga pasar, dan produk segar sehingga
cocok untuk memenuhi kebutuhan konsumen, dari konsumsi pribadi hingga pelaku
usaha. Analisis kelayakan usaha timun baby menunjukkan bahwa produksi sebanyak 233
kg dengan harga Rp6.000,-/kg layak untuk dikembangkan lebih lanjut karena mendatangkan
keuntungan dengan nilai BEP unit 118, 3 kg, BEP harga Rp3.047 R/C ratio 1,97,
dan B/C ratio 0,97. Selain itu, harga juga terkadang bisa lebih dari 6.000 atau
fluktuatif mengikuti harga pasar sehingga apabila mendapatkan waktu harga
mahal, keuntungan bisa lebih banyak. Berdasarkan hasil kegiatan, timun baby
berpotensi dan layak untuk dilanjutkan karena banyak diminati konsumen dan
memiliki prospek usaha yang baik dengan penerapan strategi pemasaran yang
tepat.