;

Abstrak


“Neutrophil-Lymphocyte Ratio sebagai faktor prediktor remisi pada anak dengan nefritis lupus di RSUD dr. Moewardi Surakarta”


Oleh :
Fachru Riza Achmad - S592302005 - Fak. Kedokteran

Latar belakang. Nefritis lupus merupakan komplikasi tersering dan terberat dari systemic lupus erythematosus (SLE) pada anak, dengan risiko progresi menjadi penyakit ginjal kronis apabila tidak mencapai remisi. Sekitar 20–40% anak dengan nefritis lupus tidak mencapai remisi lengkap setelah terapi induksi. Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR) merupakan biomarker inflamasi sederhana, cepat, dan terjangkau yang berpotensi digunakan sebagai prediktor remisi tanpa memerlukan biopsi ginjal.  Tujuan. Mengetahui kemampuan NLR awal sebagai faktor prediktor remisi pada anak dengan nefritis lupus serta menentukan nilai cut-off optimal. Metode. Penelitian kohort retrospektif dilakukan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta periode Juli–Desember 2025 pada anak usia 1–18 tahun dengan nefritis lupus. Data diperoleh secara sekunder dari rekam medis. NLR dihitung dari pemeriksaan darah lengkap awal diagnosis, sedangkan status remisi dinilai dari hasil urinalisis 3 bulan pascaterapi. Analisis kurva Receiver Operating Characteristic (ROC) digunakan untuk menilai kemampuan diskriminatif dan menentukan cut-off, dilanjutkan uji Chi-square untuk menilai relative risk (RR). Hasil. Dari 45 subjek, 36 pasien (80%) mencapai remisi dan 9 pasien (20%) tidak mencapai remisi. Analisis ROC menunjukkan AUC 0,727 (IK95% 0,540–0,914; p=0,018) dengan cut-off optimal 3,515 (sensitivitas 72,2%; spesifisitas 77,8%). Terdapat hubungan bermakna antara NLR dan status remisi (χ²=7,658; p=0,006), dengan RR=1.579 (95% CI 1.047 - 2.380).Kesimpulan. NLR awal memiliki kemampuan sebagai faktor prediktor tercapainya remisi pada anak dengan nefritis lupus.