Abstrak
PROFIL MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI KINEMATIKA GERAK MENGGUNAKAN SOAL PILIHAN GANDA TIGA TINGKAT DI SMA NEGERI 1 KAWEDANAN
Oleh :
Rosa Gumara Ariani - K2322073 - Fak. KIP
Miskonsepsi merupakan pemahaman siswa yang tidak
sesuai dengan konsep ilmiah dan dapat memengaruhi pemahaman terhadap
konsep-konsep berikutnya. Materi kinematika gerak merupakan salah satu materi
fisika yang memuat berbagai konsep yang saling berkaitan, sehingga diperlukan
identifikasi untuk mengetahui bentuk dan pola miskonsepsi yang dialami siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil miskonsepsi siswa pada
materi kinematika gerak menggunakan soal pilihan ganda tiga tingkat. Penelitian
ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Subjek penelitian terdiri atas 86 siswa kelas XI-1, XI-4, dan XI-10 SMA Negeri
1 Kawedanan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes diagnostik pilihan
ganda tiga tingkat sebanyak 15 butir soal dan wawancara terhadap subjek
terpilih. Data hasil tes dikategorikan ke dalam kategori menguasai konsep,
miskonsepsi, false negative, false positive, tidak tahu konsep, dan menebak.
Data kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi bentuk miskonsepsi siswa dan
didukung melalui hasil wawancara serta konsultasi ahli. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ditemukan 35 profil miskonsepsi yang tersebar pada konsep
gerak, perpindahan, jarak dan perpindahan, grafik kecepatan terhadap waktu,
hubungan grafik v−t dan s−t, jenis dan interpretasi grafik gerak, gerak lurus
beraturan, gerak lurus berubah beraturan, jarak reaksi dan pengereman, serta
gerak vertikal. Profil miskonsepsi siswa menunjukkan beberapa pola utama, yaitu
ketidakmampuan membedakan konsep-konsep yang saling berkaitan, kesalahan dalam
memahami hubungan antarbesaran kinematika, kecenderungan menggunakan operasi
matematis tanpa memahami makna fisisnya, serta kesalahan dalam
menginterpretasikan grafik dan peristiwa gerak. Dengan demikian, miskonsepsi
siswa pada materi kinematika gerak tidak hanya berupa kesalahan pada konsep
tertentu, tetapi membentuk pola pemahaman yang tidak sesuai dengan konsep
ilmiah dan saling berkaitan antar konsep.