Abstrak


STUDI KASUS TENTANG PERILAKU MEMBOLOS PADA PESERTA DIDIK PEREMPUAN SMP NEGERI 4 KARANGANYAR


Oleh :
Nuzulul Miftahul Janah - K3122065 - Fak. KIP

Nuzulul Miftahul Janah. K3122065. Pembimbing: Dr. Ulya Makhmudah, M.Pd. ”STUDI KASUS TENTANG PERILAKU MEMBOLOS PADA PESERTA DIDIK PEREMPUAN SMP NEGERI 4 KARANGANYAR”. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2026.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) faktor penyebab terjadinya perilaku membolos pada peserta didik perempuan, dan (2) dampak negatif yang terjadi akibat perilaku membolos. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber data primer pada penelitian ini adalah 3 informan peserta didik perempuan kelas VIII yang membolos lebih dari lima kali dalam satu semester yang berinisial AD, CK dan SN. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis data adalah: (1) faktor membolos AD yaitu motivasi rendah dikarenakan banyaknya tugas yang tertinggal membuat AD malas mengejar dan memilih untuk membolos (internal) dan tidak ada dukungan dari orang tua dalam kegiatan pembelajaran (eksternal). Faktor CK membolos yaitu memiliki masalah dengan temannya yang membuat kepercayaan teman hilang hingga akhirnya menjauhi CK, masalah ini membuat CK malas untuk masuk sekolah dan bertemu temannya (eksternal). Karena tidak memiliki teman di kelas membuat CK juga tidak semangat dalam mengikuti pembelajaran dan malas mengerjakan tugas (internal). Faktor SN membolos yaitu tidak menyukai beberapa matapelajaran sehingga sering tidak mengerjakan tugas dan mendapatkan hukuman membuat SN malas untuk masuk sekolah (internal). Kurangnya pengawasan dari orang tua menjadikan kesempatan untuk SN membolos (eksternal). (2) Dampak membolos CK yaitu ketertinggalan pelajaran dan tidak nilai ujian yang jelek. Dampak yang dirasakan CK yaitu pergaulan bebas dengan sering berbohong kepada orang tua izin untuk berangkat sekolah namun tidak sampai sekolah dan memutuskan untuk pergi main. Dampak membolos SN yaitu tidak dapat mengejar nilai tambahan dan sering berbohong kepada orang tua. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor internal yang dipicu oleh rendahnya motivasi belajar dan secara eksternal kurangnya peran orang tua membuat perilaku membolos ini muncul pada ketiga subjek. Dampak yang dirasakan ketiga subjek yang pasti yaitu penurunan prestasi dan masalah non-akademiknya. Saran bagi guru BK dapat melakukan pendekatan empatik dengan memberikan rencana dukungan secara individu. Peneliti selanjutnya dapat memperluas cakupan keterlibatan pengaruh orang tua dan dinamika teman sebaya terhadap tingkatan prestasi pada peserta didik membolos.