Abstrak


ANALISIS BAHAYA GEMPA AKIBAT SUMBER SEISMIK BACKGROUND DI WILAYAH JAWA TENGAH DAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA


Oleh :
Faisal Muhammad Ihsan - I0122071 - Fak. Teknik

Ihsan, Faisal 2026.Analisis Bahaya Gempa Akibat Sumber Seismik Background di Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Skripsi. Program Studi S-1 Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta terletak di antara zona subduksi aktif Lempeng Indo-Australia dan sistem sesar aktif. Sejumlah gempa bermagnitudo moderat di wilayah ini tidak berasosiasi langsung dengan struktur tersebut, melainkan berasal dari sumber seismik background yang tersebar difus dan selama ini kurang mendapat perhatian dalam kajian bahaya gempa regional. Penelitian ini menganalisis bahaya gempa akibat sumber background di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan metode Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Katalog gempa gabungan BMKG, USGS, ISC, dan GEM (1909–2024, Mw ≥ 4,5; 15.408 kejadian) diklasifikasikan menggunakan OQ-MBTK berdasarkan geometri Slab2.0, menghasilkan 5.095 kejadian crustal yang disaring menjadi sumber background dangkal (< 30 km). Model sumber dibangun dalam sebelas zona berdasarkan posisi tektonik (Back Arc, Fore-Arc, Outer-Rise) menggunakan pendekatan smoothed seismicity berbasis grid heksagonal H3. Analisis PSHA dijalankan pada OpenQuake Engine 3.26.0 dengan tiga GMPE NGA-West2 mengikuti rekomendasi PUSGEN (2024). Nilai PGA pada probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun (Vs30 = 760 m/s) tertinggi di Yogyakarta (0,315 g) dan terendah di Kudus (0,186 g), meningkat dari pesisir utara ke wilayah tengah-selatan. Nilai bahaya ini merupakan kontribusi parsial sumber background dan perlu diintegrasikan dengan model sumber sesar aktif dan subduksi untuk peta bahaya total sesuai SNI 1726:2019.