Keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang penting dikembangkan dalam pembelajaran IPA. Namun, siswa SMP Negeri 22 Surakarta masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan kedua keterampilan tersebut, khususnya pada materi klasifikasi makhluk hidup. Kondisi tersebut berkaitan dengan kurangnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan terbatasnya pemanfaatan media digital interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Game-Based Learning berbantuan Wordwall terhadap keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling, dengan kelas VII E sebagai kelas eksperimen dan kelas VII G sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes uraian untuk mengukur keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil uji MANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rata-rata keterampilan berpikir kritis pada kelas eksperimen sebesar 86, sedangkan kelas kontrol sebesar 81. Pada keterampilan pemecahan masalah, rata-rata kelas eksperimen sebesar 81, sedangkan kelas kontrol sebesar 76. Persentase peningkatan skor rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 34,9% untuk keterampilan berpikir kritis dan 31,6% untuk keterampilan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Game-Based Learning berbantuan Wordwall berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa pada materi klasifikasi makhluk hidup.