Abstrak
Pengaruh Pemberian Biochar Tempurung Kelapa dan Mikoriza terhadap Pertumbuhan Jahe Merah (Zingiber officinale Var. Rubrum)
Oleh :
Muhammad Ariq Faiz - H0719123 - Fak. Pertanian
Jahe merah (Zingiber
officinale var. Rubrum) merupakan tanaman herbal bernilai ekonomi tinggi,
namun produktivitasnya sering terkendala oleh kesuburan tanah yang rendah.
Salah satu upaya perbaikan kesuburan tanah adalah dengan pemberian biochar tempurung kelapa dan FMA (Fungi
Mikoriza Arbuskula). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara
biochar tempurung kelapa dan
mikoriza, serta menentukan dosis biochar dan
mikoriza yang tepat bagi pertumbuhan jahe merah.Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapang Jumantono,
Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret pada bulan Mei–Oktober 2023,
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor dan empat
taraf, yaitu dosis biochar tempurung
kelapa (0, 95, 127, dan 159 g/polybag) dan dosis mikoriza (0, 5, 10, dan 15
g/polibag), sehingga diperoleh 16 kombinasi perlakuan yang masing-masing
diulang tiga kali.Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa interaksi antara biochar tempurung kelapa dan mikoriza
tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel pertumbuhan yang diamati,
meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, jumlah
anakan, berat segar, dan berat kering tanaman. Secara mandiri, biochar tempurung kelapa berpengaruh
nyata terhadap luas daun, sedangkan mikoriza berpengaruh nyata terhadap berat
segar dan berat kering tanaman. Persentase infeksi mikoriza pada akar berkisar
antara 20–56,67%. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa kombinasi
biochar tempurung kelapa dan mikoriza belum mampu meningkatkan pertumbuhan
tanaman jahe merah secara nyata, dan dosis biochar maupun mikoriza yang tepat
untuk pertumbuhan jahe merah belum diperoleh dari penelitian ini.