Abstrak
PENGARUH MODEL INQUIRY REAL-WORLD APPLICATIONS TERINTEGRASI SOCIO-SCIENTIFIC ISSUE TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA
Oleh :
Laila Nur Rahmawati - K3322062 - Fak. KIP
Laila Nur
Rahmawati. K3322062. Pembimbing Prof. Dr. Mohammad Masykuri, M.Si. PENGARUH MODEL INQUIRY REAL-WORLD APPLICATIONS
TERINTEGRASI SOCIO-SCIENTIFIC ISSUE TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN
MASALAH DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA. Tugas Akhir, Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 2026.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh model
pembelajaran Inquiry Real-World Applications (Inquiry RWA)
terintegrasi Socio-Scientific Issue (SSI) terhadap hasil belajar siswa;
(2) mengetahui pengaruhnya terhadap keterampilan pemecahan masalah siswa; (3)
mendeskripsikan ketercapaian hasil belajar siswa; dan (4) mendeskripsikan
ketercapaian keterampilan pemecahan masalah siswa pada materi larutan
penyangga. Penelitian ini menggunakan desain mixed method dengan strategi Sequential
Explanatory. Sampel kuantitatif diperoleh melalui teknik cluster random
sampling, yaitu kelas XI F-4 sebagai kelas eksperimen dan XI F-2 sebagai kelas
kontrol di SMA Negeri Kebakkramat tahun ajaran 2025/2026, sedangkan sampel
kualitatif ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan
hasil data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) uji Mann-Whitney
memperoleh nilai Asymp. Sig. sebesar 0,009 (<0,05), yang berarti
model Inquiry RWA terintegrasi SSI berpengaruh signifikan terhadap hasil
belajar siswa, diperkuat dengan hasil N-gain kelas kontrol sebesar 0,379
(37,99%) dan kelas eksperimen sebesar 0,571 (57,10%); (2) uji Independent
Samples t-test menunjukkan nilai signifikansi <0,05, yang berarti model
tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap keterampilan pemecahan masalah
siswa; (3) ketercapaian hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi
dibandingkan kelas kontrol; dan (4) ketercapaian seluruh indikator keterampilan
pemecahan masalah kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol,
meskipun indikator memahami masalah dan melaksanakan rencana penyelesaian masih
menjadi capaian terendah sehingga memerlukan penguatan lebih lanjut.