Abstrak


ANALISIS KETERAMPILAN ARGUMENTASI ILMIAH SISWA TUNANETRA PADA MATERI PERUBAHAN KIMIA MENGGUNAKAN MEDIA PODCAST DI SLB NEGERI SURAKARTA


Oleh :
Reisya Rahmania Andari - K3322085 - Fak. KIP

Reisya Rahmania Andari. K3322085. Pembimbing I: Prof.Dr.paed. Nurma Yunita Indriyanti, S.Pd., M.Si., M.Sc. ANALISIS KETERAMPILAN ARGUMENTASI ILMIAH SISWA TUNANETRA PADA MATERI PERUBAHAN KIMIA MENGGUNAKAN MEDIA PODCAST  DI SLB NEGERI SURAKARTA. Tugas Akhir, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Juli 2026.  Keterbatasan akses terhadap informasi visual menjadi salah satu tantangan dalam pembelajaran siswa tunanetra, sementara penggunaan media pembelajaran yang mengakomodasi kebutuhan auditori dan dapat mendukung pengembangan keterampilan argumentasi ilmiah masih terbatas. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kajian mengenai implementasi media pembelajaran berbasis audio seperti podcast dalam memfasilitasi keterampilan argumentasi ilmiah siswa tunanetra. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis keterampilan argumentasi ilmiah siswa tunanetra di SLB Negeri Surakarta pada materi perubahan kimia dengan menggunakan media podcast dan (2) mengidentifikasi kendala dalam pembelajaran menggunakan media podcast pada siswa tunanetra di SLB Negeri Surakarta pada perubahan kimia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan sesuai model Robert K Yin yaitu penjodohan pola, eksplanasi data, dan analisis deret waktu. Hasil penelitian dari 4 siswa tunanetra menunjukkan bahwa: (1) implementasi media podcast mampu memfasilitasi munculnya keterampilan argumentasi ilmiah siswa tunanetra yang dianalisis berdasarkan komponen claim, evidence, dan reasoning, tetapi perkembangannya pada setiap komponen belum merata. Komponen claim mengalami perkembangan paling baik, ditandai dengan meningkatnya keterampilan siswa dalam menyampaikan argumen sesuai konsep perubahan kimia. Komponen evidence juga mengalami perkembangan, meskipun sebagian besar siswa masih memberikan bukti yang bersifat sederhana dan lebih banyak didasarkan pada pengalaman sehari-hari. Sementara itu, komponen reasoning merupakan aspek yang paling rendah karena siswa masih mengalami kesulitan menghubungkan bukti dengan konsep ilmiah secara logis. (2) Kendala yang ditemukan meliputi kendala teknis seperti jaringan tidak stabil, kendala memahami materi seperti mudah lupa, muncul istilah baru, menunggu teman, kurang fokus, mengantuk, tempo bicara yang cepat, dan bosan. Sedangkan kendala menyampaikan argumen merupakan belum tahu jawaban, perlu berpikir sebelum menjawab, dan sulit menjelaskan.