Abstrak


MEDIA PODCAST DALAM PEMBELAJARAN MATERI PERUBAHAN KIMIA UNTUK KETERAMPILAN ARGUMENTASI ILMIAH SISWA TUNANETRA DI SLB NEGERI SURAKARTA


Oleh :
Rizky Suci Novriyanti - K3322089 - Fak. KIP

Rizky Suci Novriyanti. K3322089. Pembimbing: Prof. Dr.paed. Nurma Yunita Indriyanti, S.Pd., M.Si., M.Sc. MEDIA PODCAST DALAM PEMBELAJARAN MATERI PERUBAHAN KIMIA UNTUK KETERAMPILAN ARGUMENTASI ILMIAH SISWA TUNANETRA DI SLB NEGERI SURAKARTA. Tugas Akhir. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Juli 2026. Pembelajaran kimia bagi siswa tunanetra memerlukan media yang sesuai dengan karakteristik belajar mereka karena sebagian besar informasi dalam pembelajaran kimia masih disajikan melalui representasi visual yang sulit diakses melalui penglihatan. Podcast sebagai media pembelajaran berbasis audio dapat menjadi alternatif penyajian materi yang lebih sesuai dengan kebutuhan belajar siswa tunanetra. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan media podcast dalam pembelajaran materi perubahan kimia bagi siswa tunanetra di SLB Negeri Surakarta; dan (2) mendeskripsikan profil keterampilan argumentasi ilmiah siswa tunanetra dengan media podcast dalam pembelajaran materi perubahan kimia di SLB Negeri Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Subjek penelitian adalah siswa tunanetra di SLB Negeri Surakarta. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, jurnal reflektif, catatan peneliti, dan tes keterampilan argumentasi ilmiah. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan media podcast dalam pembelajaran materi perubahan kimia dapat dilaksanakan dengan baik melalui penyajian materi berbasis audio yang sesuai dengan karakteristik belajar siswa tunanetra, mendukung keterlibatan siswa dalam pembelajaran, memperoleh respons positif dari siswa, serta memungkinkan materi diakses dan diputar ulang sesuai kebutuhan, meskipun masih dijumpai beberapa kendala teknis selama pelaksanaannya; dan (2) profil argumentasi ilmiah siswa tunanetra menunjukkan capaian yang bervariasi, dengan dua siswa (50,00%) berada pada kategori cukup, satu siswa (25,00%) pada kategori kuat, dan satu siswa (25,00%) pada kategori sangat kuat. Berdasarkan komponen Claim-Evidence-Reasoning (CER), komponen claim menunjukkan capaian tertinggi, komponen evidence masih perlu dikembangkan karena siswa mengalami kesulitan menggunakan bukti ilmiah yang relevan untuk mendukung klaim, sedangkan komponen reasoning menunjukkan variasi kemampuan siswa dalam menghubungkan klaim dan bukti menggunakan konsep perubahan kimia secara logis. Implikasinya, meskipun media podcast efektif digunakan sebagai media pembelajaran yang aksesibel bagi siswa tunanetra, masih dibutuhkan strategi pembelajaran lanjutan untuk mengembangkan keterampilan argumentasi ilmiah, khususnya pada komponen evidence, melalui aktivitas yang melatih siswa mengidentifikasi, memilih, dan mengembangkan bukti ilmiah secara lebih sistematis.