Abstrak
Pengaruh Pepton dan Kinetin terhadap Pertumbuhan dan Anatomi Cattleya mossiae pada Media Modifikasi MS
Oleh :
Amellia Dwi Rahmawati - H0722010 - Fak. Pertanian
Cattleya merupakan salah satu genus dalam famili Orchidaceae yang banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Cattleya mossiae merupakan anggrek epifit yang berasal dari Venezuela. Kendala terbesar pada budidaya anggrek adalah biji anggrek yang tidak dapat berkecambah secara konvensional tanpa bantuan fungi dan daya adaptasi terhadap lingkungan yang rendah. Studi ini mengenai upaya pelestarian, perbanyakan, dan peningkatan kualitas adaptasi anggrek C. mossiae. Kultur in vitro merupakan teknik perbanyakan yang dapat menghasilkan tanaman dalam jumlah banyak dan seragam dalam waktu singkat. Salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya secara in vitro adalah penambahan zat pengatur tumbuh. Modifikasi media kultur dilakukan sebagai usaha peningkatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Media yang digunakan yaitu ½ Murashige dan Skoog dengan penambahan pepton sebagai sumber asam amino dan nitrogen serta kinetin sebagai hormon sitokinin eksogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pepton dan kinetin, konsentrasi pepton, dan konsentrasi kinetin yang tepat untuk pertumbuhan dan anatomi anggrek C. mossiae secara in vitro.Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi dan Bioteknologi Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret pada bulan Oktober 2025 - Maret 2026. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor perlakuan dengan masing-masing faktor terdiri dari 5 taraf perlakuan dengan 5 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi pepton (0; 1; 2; 3; dan 4 g/L), sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi kinetin (0; 0,5; 1; 1,5; dan 2 ppm). Variabel yang diamati yaitu variabel waktu muncul tunas, jumlah tunas, waktu muncul akar, jumlah akar, jumlah daun, tinggi planlet, bobot segar planlet, dan anatomi daun serta akar. Analisis data dilakukan menggunakan uji analisis ragam ANOVA taraf 5% dan jika signifikan dilakukan uji lanjut menggunkan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf signifikansi 5% dan uji regresi, serta analisis anatomi dilakukan dengan software ImageFocus Plus V2.Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara pepton 1 g/L dan kinetin 1,5 ppm meningkatkan pertumbuhan pada variabel tinggi planlet sebesar 49%. Pemberian pepton 1 g/L meningkatkan rata-rata jumlah akar sebesar 47%. Perlakuan pepton 2 g/L meningkatkan rata-rata jumlah daun sebesar 39% dan rata-rata bobot segar planlet sebesar 43% dari perlakuan kontrol. Perlakuan tanpa kinetin mampu menghasilkan pertumbuhan planlet terbaik pada variabel bobot segar planlet. Hasil pengamatan anatomi menunjukkan interaksi pepton 3 g/L dengan kinetin 2 ppm mampu meningkatkan ketebalan velamen akar sebesar 32%. Pemberian pepton 2 g/L mampu meningkatkan ketebalan mesofil daun sebesar 33%. Perlakuan tanpa kinetin menghasilkan ketebalan terbaik pada variabel vascular bundle akar dan cortex akar.