Abstrak


ANALISIS KUALITAS DAN KUANTITAS MINYAK HASIL PIROLISIS CAMPURAN LIMBAH PLASTIK LDPE DAN PP


Oleh :
Hari Mursita - K2522033 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pencampuran limbah plastik Low-Density Polyethylene (LDPE) dan Polypropylene (PP) terhadap kualitas serta kuantitas minyak hasil pirolisis, guna menemukan rasio campuran paling optimal. Latar belakang penelitian didorong oleh peningkatan volume sampah plastik tak terurai yang mencemari lingkungan, sehingga memerlukan metode co-pyrolysis untuk mengubahnya menjadi bahan bakar cair bernilai guna tinggi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode eksperimen. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan perbandingan rasio campuran LDPE:PP menjadi lima variasi, yaitu 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, dan 0:100. Pada setiap pengujian, massa bahan baku sebesar 1000 gram dibakar selama 150 menit pada rentang suhu reaktor konstan 350°C s/d 400°C. Kualitas minyak dianalisis melalui parameter massa jenis, rendemen, residu, warna, viskositas, flash point, dan nilai kalor, sedangkan kuantitas diukur berdasarkan total volume minyak setelah proses refinery. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa variasi rasio campuran berpengaruh signifikan terhadap karakteristik produk akhir. Dari segi kuantitas, rasio murni 100% LDPE : 0% PP merupakan komposisi paling optimal karena menghasilkan volume minyak terbanyak (842 ml), rendemen tertinggi (68,59%), dan residu terendah (10 gram). Dari segi kualitas, seluruh variasi menghasilkan minyak pirolisis dengan sifat fisikokimia yang mendekati spesifikasi solar komersial. Karakteristik produk menunjukkan nilai massa jenis 0,794 s/d 0,800 g/ml, viskositas 2,32 s/d 2,94 cP, flash point 79°C s/d 87°C, dan nilai kalor berkisar antara 45.447 J/g s/d 47.296 J/g yang melampaui standar nasional. Meskipun nilai kalor tertinggi dicapai oleh campuran 50% LDPE : 50% PP (47.296 J/g), secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa rasio campuran murni 100% LDPE : 0% PP memberikan performa terbaik. Hal ini didasarkan pada keunggulannya yang akumulatif dalam memaksimalkan volume dan rendemen produk cair, meminimalkan residu padat, serta menghasilkan karakteristik fisikokimia yang paling ideal sebagai bahan bakar alternatif.