Abstrak
Pengaruh Variasi Tegangan Pulsed Electric Field (PEF)
terhadap Modifikasi Struktur Protein dan Fungsionalitas
Tepung Jangkrik Seliring (Teleogryllus mitratus)
Oleh :
Habib Achmad Prasetyo - H0922046 - Fak. Pertanian
Meningkatnya kebutuhan protein alternatif mendorong pemanfaatan serangga
pangan, salah satunya jangkrik seliring (Teleogryllus mitratus), yang berpotensi
sebagai sumber protein fungsional. Namun, proses pengolahan dapat memengaruhi
kualitas fisikokimia, mikrobiologi, dan fungsionalitas protein, sehingga diperlukan
teknologi non-termal seperti Pulsed Electric Field (PEF). Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh variasi tegangan PEF terhadap karakteristik
fisikokimia, mikrobiologi, profil asam amino, struktur sekunder protein, dan
fungsionalitas tepung jangkrik seliring. Sampel diberi perlakuan PEF dengan
variasi tegangan 0, 3, 5, 7, dan 9 kV/cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
perlakuan PEF meningkatkan sebagian besar sifat fungsional hingga 7 kV/cm,
meliputi Water Holding Capacity (WHC), Oil Absorption Capacity (OAC),
kelarutan protein, Foaming Capacity (FC), Foaming Stability (FS), Emulsifying
Activity Index (EAI), dan Emulsifying Stability Index (ESI). Perlakuan 7 kV/cm
memberikan hasil terbaik pada mayoritas sifat fungsional, sedangkan 9 kV/cm
cenderung menurunkan beberapa parameter akibat kemungkinan agregasi protein.
PEF juga memengaruhi warna tepung, dengan perubahan warna total tertinggi pada
7 kV/cm. Analisis ATR-FTIR menunjukkan perubahan gugus fungsi utama secara
minor, sedangkan profil asam amino cenderung meningkat hingga 7 kV/cm dan
menurun pada 9 kV/cm. Secara mikrobiologis, PEF mampu menurunkan nilai Total
Plate Count (TPC), dengan nilai terendah pada 9 kV/cm. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa PEF berpotensi meningkatkan fungsionalitas protein dan mutu
mikrobiologi tepung jangkrik seliring, dengan perlakuan 7 kV/cm sebagai kondisi
paling optimal untuk sifat fungsional.