Abstrak


The Influence of Horticultural Seed Communication Process and Perceived Innovation Attributes on Seeds Adoption Among Millennial Farmers in Magelang Regency


Oleh :
Zamia Atha'putri Julia - H0421093 - Fak. Pertanian

Pemilihan benih hortikultura merupakan keputusan penting karena memengaruhi proses budidaya, mutu hasil, dan potensi pendapatan petani. Namun, benih memiliki credence characteristics yang membuat mutu intrinsik dan kesesuaiannya sulit dipastikan sebelum digunakan. Di Kabupaten Magelang, keberagaman merek, sumber informasi, dan saluran komunikasi memperluas alternatif benih yang dapat dipertimbangkan petani milenial, tetapi belum tentu menghasilkan pemahaman, penilaian, dan respons penggunaan yang seragam. Berdasarkan kerangka Stimulus–Organism–Response, penelitian ini menempatkan Proses Komunikasi Benih Hortikultura (HSCP) sebagai stimulus, Persepsi terhadap Atribut Inovasi (PIA) sebagai proses internal, dan Respons Adopsi Benih (SAR) sebagai respons. Penelitian ini bertujuan 1) mendeskripsikan HSCP, 2) mendeskripsikan PIA, 3) mendeskripsikan SAR dalam 2 bentuk, yaitu respons tidak tampak (IVR) dan respons tampak (VR), dan 4) menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung di antara ketiga variabel tersebut pada petani milenial di Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif explanatory. Kabupaten Magelang dipilih sebagai lokasi penelitian secara purposif. Sampel penelitian berjumlah 120 orang petani milenial yang dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Data penelitian dianalisis menggunakan dua teknik, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis jalur (path analysis) menggunakan IBM SPSS AMOS 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) proses komunikasi benih hortikultura berada pada kategori kuat. Pesan menjadi aspek yang paling dominan, kredibilitas sumber juga dinilai kuat, sedangkan kesesuaian saluran komunikasi menunjukkan penilaian yang lebih beragam, 2) Respons adopsi benih hortikultura berada pada kategori kuat hingga sangat kuat. Respons tidak tampak menunjukkan tingkat yang lebih tinggi dibandingkan respons tampak, 3) persepsi petani milenial terhadap atribut inovasi benih hortikultura berada pada kategori kuat hingga sangat kuat, dan 4) hasil analisis jalur menunjukkan bahwa HSCP berpengaruh positif dan signifikan terhadap PIA, IVR, serta VR. PIA juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kedua bentuk respons adopsi, dengan pengaruh paling kuat terhadap IVR. Selain memberikan pengaruh langsung, HSCP memberikan pengaruh tidak langsung terhadap respons adopsi melalui PIA