Abstrak
Pengaruh Dosis dan Cara Aplikasi Magnesium Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Asal Biji (True Shallot Seed)
Oleh :
Sumarti Ningsih - H0722166 - Fak. Pertanian
Permintaan
bawang merah terus meningkat, namun lahan budidaya terbatas karena penanaman
bawang merah menggunakan umbi membutuhkan lahan yang luas untuk menghasilkan
panen yang memadai guna memenuhi permintaan tersebut. Oleh karena itu,
diperlukan inovasi untuk memaksimalkan penggunaan lahan yang lebih sempit namun
tetap menghasilkan panen tinggi, yaitu dengan membudidayakan bawang merah
menggunakan biji botani. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok
Lengkap (RAKL) dengan dua faktor: Faktor I adalah dosis magnesium (0, 25, 50,
75 kg MgO.ha⁻¹), dan Faktor II adalah metode aplikasi (dibenam dan dikocor).
Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dan jika hasilnya
signifikan, dilanjutkan dengan uji Duncan's Multiple Range Test (DMRT).
Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat kombinasi yang lebih baik antara
dosis magnesium dengan cara aplikasi pupuk pada pertumbuhan dan hasil bawang
merah asal biji. Dosis Magnesium 50 kg MgO.ha⁻¹ dapat
meningkatkan hasil bawang merah asal biji pada parameter jumlah umbi per
rumpun, berat umbi segar per rumpun, berat umbi kering per rumpun, berat umbi
kering per petak, dan berat umbi kering per hektar. Tidak ditemukan cara
aplikasi terbaik antara dibenam maupun dikocor pada parameter pertumbuhan dan
hasil bawang merah asal biji.