Abstrak
Analisis Implementasi Kebijakan Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Purworejo
Oleh :
Karuniawati Indah Saputri - V8022063 - Sekolah Vokasi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kebijakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Purworejo serta strategi yang diterapkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo dalam meningkatkan implementasi kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis implementasi kebijakan dilakukan dengan menggunakan teori George C. Edward III yang meliputi empat variabel, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kebijakan IKD di Kabupaten Purworejo belum berjalan secara optimal, ditunjukkan oleh capaian aktivasi yang baru mencapai 10,02% dari target nasional sebesar 30%. Dari keempat variabel implementasi, hanya struktur birokrasi yang telah berjalan dengan baik, sedangkan variabel komunikasi, sumber daya, dan disposisi masih menghadapi berbagai kendala, seperti belum meratanya penyebaran informasi kepada masyarakat, ketergantungan terhadap server Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) nasional, keterbatasan kepemilikan telepon pintar oleh sebagian masyarakat, serta minimnya insentif bagi petugas pelaksana. Untuk mengatasi kendala tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo telah menerapkan beberapa strategi, antara lain optimalisasi media sosial, penyampaian informasi melalui pengeras suara, pemberian pendampingan saat terjadi gangguan server, pendekatan 1 Kartu Keluarga 1 IKD, serta rencana pembentukan Kios Administrasi Kependudukan Desa. Meskipun demikian, strategi yang diterapkan masih memiliki keterbatasan jangkauan sehingga belum mampu meningkatkan capaian aktivasi secara signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih adaptif terhadap kondisi masyarakat setempat.