Abstrak
Pemberdayaan Pasar Tradisional Ir. Soekarno Kabupaten Sukoharjo Dalam Perspektif Inclusive Governance
Oleh :
Shela Eka Rahmawati - D0122124 - Fak. ISIP
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pemberdayaan Pasar Tradisional Ir. Soekarno Kabupaten Sukoharjo dilihat dalam
perspektif inclusive governance. Pemberdayaan pada penelitian ini
menggunakan tiga aspek meliputi enabling, empowering, protecting,
dilihat dalam perspektif inclusive governance dengan prinsip transparency,
participation, dan equality. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif dengan perolehan data melalui wawancara dan dokumentasi. Informan
penelitian dipilih secara purposive sampling terhadap informan yang
terdiri dari pihak Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Sukoharjo, pengelola pasar, serta pedagang Pasar Tradisional Ir. Soekarno
Sukoharjo. Teknik analisis menggunakan model interaktif dan validitas data
menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan
pasar telah diwujudkan pada aspek enabling melalui penciptaan lingkungan
pasar yang kondusif serta penyediaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang
memadai, empowering melalui program digitalisasi PAGODA (Pasar Go
Digital) serta pembukaan akses terhadap teknologi dan peluang pemasaran, protecting
melalui kebijakan perlindungan pasar serta stabilisasi harga untuk menjaga
keberlangsungan usaha pedagang. Dalam perspektif inclusive governance
aspek transparency melalui kemudahan akses informasi kebijakan dan
program melalui media digital, serta keterbukaan penyampaian informasi, participation
melalui sosialisasi dan forum musyawarah pedagang, equality melalui
pemberian akses program dan fasilitas yang sama bagi seluruh pedagang, terutama
pedagang kecil dan pedagang sektor informal, serta e-retribusi yang merata. Penelitian
ini merekomendasikan peningkatan pendampingan dan pelatihan yang berkelanjutan,
penguatan partisipasi pedagang dalam perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi program pemberdayaan sehingga pelaksanaan
pemberdayaan lebih responsif terhadap kebutuhan pedagang dan mendukung
keberlanjutan pasar tradisional.