Abstrak
HUBUNGAN INTIMASI PELATIH-ATLET DAN EFIKASI DIRI DENGAN KECEMASAN BERTANDING PADA ATLET KARATE SEKOLAH KHUSUS OLAHRAGA SURAKARTA
Oleh :
Nuzula Dionesa Nurhaji - O0121095 - Fak. Keolahragaan
Nuzula Dionesa Nurhaji. O0121095. Hubungan Intimasi Pelatih-Atlet dan Efikasi Diri Dengan Kecemasan Bertanding Pada Atlet Karate Sekolah Khusus Olahraga Surakarta. Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Mei 2026. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara intimasi pelatih-atlet dan efikasi diri dengan kecemasan bertanding, baik secara parsial maupun simultan, pada atlet karate Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Surakarta.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 16 atlet karate SKO Surakarta yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga instrumen skala: skala CART-Q untuk mengukur intimasi pelatih-atlet, skala efikasi diri berbasis teori Bandura, dan skala kecemasan bertanding. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan uji regresi linier berganda dengan bantuan SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan yang sangat kuat dan negatif antara intimasi pelatih-atlet dengan kecemasan bertanding (r = -0,864; p = 0,000), artinya semakin tinggi kualitas kedekatan antara atlet dan pelatih, semakin rendah kecemasan bertanding atlet; (2) terdapat hubungan yang sangat kuat dan negatif antara efikasi diri dengan kecemasan bertanding (r = -0,808; p = 0,000), artinya semakin tinggi keyakinan diri atlet, semakin rendah kecemasan yang dialami; (3) secara simultan, intimasi pelatih-atlet dan efikasi diri berhubungan dengan kecemasan bertanding, namun intimasi pelatih-atlet merupakan prediktor yang paling dominan dan signifikan (Sig. = 0,017), sedangkan efikasi diri tidak signifikan secara parsial dalam model regresi berganda (Sig. = 0,198).Temuan ini mengimplikasikan bahwa pembinaan hubungan emosional yang berkualitas antara pelatih dan atlet merupakan strategi psikologis paling efektif dalam menekan kecemasan bertanding, khususnya pada atlet remaja usia 13–15 tahun. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa intimasi pelatih-atlet dan efikasi diri secara bersama-sama berperan penting dalam menekan kecemasan bertanding pada atlet karate SKO Surakarta, dengan intimasi pelatih-atlet sebagai faktor yang paling dominan dan signifikan.